Semua Tentang Semaphore Pramuka

Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim atau menerima sebuah berita memalui kode gerakan bendera, 2 (dua) bendera ukuran 40cm x 40 cm / 45 cm x 45 cm   bentuk persegi (penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna dan sebaiknya menggunakan warna yang cerah, warna yang umum di  Gerakan Pramuka merah dan orange), bantang 50 cm (stik drum / yang lainya), cara penggunanya dengan cara mendayung seperti di atas sungai / yang lainya.

Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah.

Cara menggunakanya Semaphore pramuka
  • Pengiriman pesan dengan gerakan lengan atas untuk mengirim pesan
  • Untuk siku dan pergelangan tangan harus tetap lurus, 
  • Posisi kaki harus tegak namun tetap fleksibel untuk melakukan gerakan dan tidak boleh kaku.
Jadi saat melakukan gerakan harus rileks agar penerima mudah memahami.

Untuk penerima kode Semaphore sedikit berbeda dengan pengirim karena posisi bendera untuk penerima pesan adalah kebalikan dari pengirim pesan.

Cara yang mudah untuk menghafal kode isyarat semaphore adalah dengan metode "8 Penjuru Mata Angin" atau terkadang disebut juga sebagai metode "Jarum Jam".

menghafalkan semaphore tidak dilakukan urut sesuai dengan urutan abjad, namun dihafalkan perkunci yang terdiri atas 7 kunci.

Dalam metode ini posisi tangan disusun dalam 8 titik di sekeliling tubuh yang meliputi titik di bawah tubuh, kiri bawah tubuh, samping kiri tubuh, kiri atas tubuh, atas tubuh, kanan atas tubuh, samping kanan tubuh, dan kanan bawah tubuh. Selengkapnya lihat gambar berikut:


Metode belajar semaphore ini, kode isyarat semaphore perhurufnya dibentuk dari posisi dua tangan sesuai dengan 7 kunci. Masing-masing kunci ditandai dan dinamai sesuai posisi salah satu tangan, sehingga:

  1. Kunci 1: Salah satu tangan berada di titik 1 dan tangan kedua berada di titik 2 - 8 sehingga terbentuk 7 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

  2. Kunci 2: Salah satu tangan berada di titik 2 dan tangan kedua berada di titik 3 - 8 sehingga terbentuk 6 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

  3. Kunci 3: Salah satu tangan berada di titik 3 dan tangan kedua berada di titik 4 - 8 sehingga terbentuk 5 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

  4. Kunci 4: Salah satu tangan berada di titik 4 dan tangan kedua berada di titik 5 - 8 sehingga terbentuk 4 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

  5. Kunci 5: Salah satu tangan berada di titik 5 dan tangan kedua berada di titik 6 - 8 sehingga terbentuk 3 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

  6. Kunci 6: Salah satu tangan berada di titik 6 dan tangan kedua berada di titik 7 - 8 sehingga terbentuk 2 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:

Kunci 7: Salah satu tangan berada di titik 7 dan tangan kedua berada di titik 8 sehingga terbentuk 1 huruf (kode isyarat semaphore) yaitu:

Untuk lebih memperjelas tentang kode isyarat semaphore masih-masing huruf, lihat gambar berikut:

Ketentuan Dasar Mengirim atau Menerima Isyarat Semaphore
Isyarat semaphor diberikan secara berpasangan, artinya terdiri atas dua pihak di mana satu pihak sebagai pengirim dan pihak lainnya sebagai penerima. Dalam menyampaikan dan menerima isyarat semaphore terdapat beberapa ketentuan yang antara lain:

Pengirim dan penerima isyarat semaphore saling berhadapan dan memakai bendera semaphore.
  1. Sikap tubuh tegak dengan kedua kaki agak terbuka. Posisi bendera disilangkan di bawah tubuh (posisi siap / tutup).
  2. Untuk memulai pengiriman, pengirim memberikan isyarat "Tanda Perhatian" berupa huruf "R - Tutup" atau "U - R" secara berulang-ulang.
  3. Jika penerima telah siap, penerima mengirimkan huruf "K" sedangkan jika belum siap penerima mengirim huruf "Q".
  4. Setelah penerima siap, pengirim mulai mengirimkan berita (pesan) huruf perhuruf. Setiap satu kata ditutup dengan "posisi tutup".
  5. Apabila penerima dapat menerima (membaca) pesan perkata, penerima mengirimkan isyarat huruf "C". Sedangkan jika tidak paham (tidak dapat menerima dengan baik), pengirim mengirimkan isyarat huruf "I-M-I". Pengirim mengulangi mengirimkan kata terakhir yang tidak dipahami penerima.
  6. Apabila pengirim keliru mengirimkan pesan, pengirim mengirimkan isyarat "Tanda Salah" atau mengirimkan huruf "E - Tutup" delapan kali kemudianmengulangi mengirim satu kata terakhir yang keliru.
  7. Jika semua pesan (berita) sudah selesai disampaikan, pengirim mengirimkan huruf "A-R" dan penerima membalasnya dengan huruf "R" jika telah dapat menerima semua pesan.
  8. Untuk mengirimkan angka, terlebih dahulu diawali dengan isyarat "Tanda Angka" (posisi 5-6) kemudian kirimkan angka dengan ketentuan angka 1 = A; 2 = B; 3 = C; 4 = D; 5 = E; 6 = F; 7 = G; 8 = H; 9 = I; dan 0 = J. Jika pengiriman angka sudah selesai dan hendak berganti mengirim huruf kirimkan isyarat huruf "J" atau "V".

Semoga artiekl ini bisa menambah ilmu kepramukaan dalam Semaphore  Grakan Pramuka Kwartis Ranting Cawas, selamat memandu, Trima kasih. 
Sumber : 
https://www.pramukaada.com/2013/06/belajar-semaphore-cara-mudah-cepat.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Semafor_bendera

Susunan Dewan Kerja Ranting (DKR) PRAMUKA

Praja Muda Karana (Pramuka) pastinya kalian tidak asaling lagi dalam pembicaraan. Di kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi kepada seluruh anggota pramuka.

Pembahasan kali ini tentang DKR (Dewan Kerja Ranting).
Apa itu DKR (Dewan Kerja Ranting) ?

DKR sendiri terbagi menjadi 3 kata yaitu
  1. Dewan
  2. Kerja
  3. Ranting
Penjelasan :
  1. Dewan adalah Pengurus.
  2. Kerja adalah Mengurusi pekerjaan.
  3. Ranting adalah satu wilayah kecamatan.
Bila kalian mendengar kata Pramuka Dewan Kerja Ranting, itu bisa di definiskan Kakak pramuka yang menjabat / menyelesaikan / mengurusi tugas dalam satu kwartirranting (Kecamtan) tentnag kepramukaan setempat.

Kali ini saya akan membhas tentang tugas penggurus Dwan Kerja Ranting 

Susunan Dewan Kerja Ranting (DKR) PRAMUKA

I Ketua Dewan Kerja
  1. Mengetahui Dewan Kerja
  2. Sebagai Andalan di Kwartirnya.
  3. Mewakili Dewan Kerja pada setiap kegiatan baik Intern Dewan Kerja maupun Ekstern Dewan Kerja.
  4. Menanda tangani surat-surat Intern dan Ekstern sepengetahuan Kwartirnya.
  5. Memimpim pertemuan-pertemuan Dewan Kerja baik Intern Dewan Kerja maupun dalam jajaran Kwartirnya.
  6. Memberi mandat kepada anggota Dewan Kerja lainnya maupun Penegak dan Pandega di wilayah jajaran Kwartirnya.
  7. Mewakili Dewan Kerja untuk membicarakan rencana-rencana Dewan Kerja kepada Kwartirnya.
  8. Bersama-sama dengan Dewan Kerja bertanggung jawab atas amanat Musppanitera.
  9. Bertanggung jawab kepada Ketua Kwartirnya dengan memberi laporan kegiatan dan pertanggung jawaban keuangan atas kegiatan yang dilaksanakan.
  10. Mengambil keputusan atau kebijaksanaan pada sewaktu-waktu dibutuhkan.
  11. Memberikan pembagian tugas seluruh Anggota Dewan Kerja.
II. Wakil Ketua Dewan Kerja
  1. Selaku Pembantu Ketua Dewan Kerja terdekat dan Utama dalam lingkungan Dewan Kerja maupun kwartirnya.
  2. Sebagai Andalan di Kwartirnya.
  3. Mewakili Ketua dalam kegiatan-kegiatan baik Intern Dewan Kerja maupun Ekstern Dewan Kerja.
  4. Memimpim pertemuan Dewan Kerja baik Intern atau ekstern Dewan Kerja maupun dalam jajaran Kwartirnya jika diberi mandat oleh Ketua Dewan Kerja.
  5. Mewakili Ketua Dewan Kerja untuk memberi mandat kepada anggota Dewan Kerja lainnya maupun Penegak dan Pandega di wilayah jajaran Kwartirnya.
  6. Menanda tangani surat-surat intern dan ekstrn jika Ketua berhalangan, dan diketahui oleh Kwartirnya.
  7. Bersama-sama Ketua Dewan Kerja memikirkan pembagian tugas Anggota Dewan Kerja.
  8. Bersama-sama Ketua Dewan Kerja menghadap Kwartirnya dalam membicarakan rencana-rencana kegiatan Dewan Kerja.
  9. Bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Kerja, bersama Ketua Dewan Kerja dan Seluruh Anggota bertanggung jawab kepada Kwartirnya.

III.  Sekretaris 1 Dewan Kerja
  1. Melaksanakan mekanisme administrasi, khususnya yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat konsepsional.
  2. Mewakili Ketua Dewan Kerja dan Wakil Ketua Dewan Kerja dalam kegiatan Intern dan ekstrn apabila berhalangan.
  3. Menandatangani surat-surat Intern maupun ekstern pada hal-hal tertentu jika Ketua Dewan Kerja berhalangan dengan sepengetahuan Kwartirnya.
  4. Memimpin pertemuan Dewan Kerja baik intern maupun ekstern dalam jajaran Kwartirnya.
  5. Bertanggung jawab kepada Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja, bersama-sama seluruh Anggota Dewan Kerja bertanggung jawab kepada Kwartirnya dan Musppanitera.

IV.  Sekretaris 2 Dewan Kerja
  1. Melaksanakan mekanisme administrasi, khusunya yang berkenaan dengan kesekretariatan.
  2. Mengarsipkan dokumen-dokumen Dewan Kerja yang bersifat penting maupun biasa dengan sepengetahuan Pengurus Dewan Kerja.
  3. Membuat laporan kegiatan kepada jajaran di atas setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
  4. Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan kepada Kwartirnya setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
  5. Membuat laporan atau notulen dari pertemuan-pertemuan Dewan Kerja maupun dengan Kwartirnya.
  6. Mewakili Ketua Dewan Kerja apabila Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I Dewan Kerja berhalangan.
  7. Menanda tangani surat-surat Intern dan ekstern apabila Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I berhalangan dengan sepengetahuan Kwartirnya.
  8. Bertanggung jawab kepada Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja serta bersama-sama seluruh anggota bertanggung jawab kepada Kwartir dan Musppanitera.

V.   Bendahara
  1. Mengurusi Keuangan dan harta benda Dewan Kerja.
  2. Sebagai bendahara Sangga Kerja kegiatan Penegak dan Pandega dijajaran Kwartirnya.
  3. Mewakili Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I , Sekretaris II Dewan Kerja dalam kegiatan Intern dan Ekstern.
  4. Memimpin pertemuan baik Intern maupun Ekstern dijajaran Kwartirnya.
  5. Mananda tangani surat-surat apabila Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris I, Sekretaris II berhalangan dengan sepengetahuan Kwartirnya.
  6. Melaporkan keadaan keuangan Dewan Kerja.
  7. Bertanggung jawab kepada Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja serta bersama-sama seluruh anggota bertanggung jawab kepada Kwartir dan Musppanitera.
VI.   Bidang Teknik Kepramukaan
  • Ketua dan Anggota bidang   :
  1. Memikirkan teknis Organisasi dan teknis pengkaderan.
  2. Memikirkan tentang Pembinaan mekanisme dan tata kerja Dewan Kerja.
  3. Memikirkan dan merumuskan konsepsi-konsepsi keorganisasian Gerakan Pramuka yang berkaitan dengan tuntutan Penegak, Pandega dan Masyarakat.
  4. Merencanakan dan memfungsikan sistem manajemen dengan mengembangkan sistem perencanaan, pengendalian, pengawasan dan pengorganisasian.
  5. Membuat strategi pengkaderan Dewan Kerja dan pembinaannya.
  6. Melaksanakan tugas di atas dengan saran dan atas pertimbangan dari bidang lain.

VII.    Bidang Kegiatan Operasional
  • Ketua dan Anggota bidang :
  1. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan Penegak dan Pandega.
  2. Melaksanakan bimbingan terhadap Dewan Ambalan/Dewan Racana.
  3. Menyelenggarakan Kegiatan Operasional.
  4. Mengkoordinir Pelaksanaan kegiatan operasional.
  5. Merencanakan Sistem Tata Kerja dalam kegiatan-kegiatan Operasional.
  6. Merencanakan dan memfungsikan sistem manajemen yang meliputi pengadaan dan sistribusi.
  7. Mengadakan penyebaran informasi ke Dewan Ambalan.
  8. Melaksanakan tugas di atas dengan saran dan atas pertimbangan dari bidang lain.

VIII.    Bidang Pembinaan dan Pengembangan
  • Ketua dan anggota bidang   :
  1. Memikirkan pembinaan Penegak dan Pandega.
  2. Merencanakan dan melaksanakan pembinaan Penegak dan Pandega.
  3. Mengambil langkah-langkah pembinaan Penegak dan Pandega.
  4. Melaksanakan pembinaan dengan cara membuat wadah insidentil seperti sangga kerja, kelompok kerja.
  5. Melaksanakan tuga s di atas dengan saran dan atas pertimbangan dari bidang lain.

IX.        Bidang Penelitian dan Evaluasi
  • Ketua dan anggota bidang   :
  1. Merencanakan dan melaporkan hasil pengamatan tingkat keberhasilan dari pembinaan dan kegiatan sesuai dengan rencana dan program kerja.
  2. Membuat prosedur dan kerangka evaluasi bagi tolak ukur keberhasilan suatu program kerja.
  3. Mengembangkan penelitian sederhana agar dapat dipergunakan di dalam penelitian bidang kepenegakan dan kepandegaan.
  4. Memikirkan sistem pengumpulan data untuk mengidentifikasi perkembangan yang bersangkut paut dengan Penegak dan Pandega.
  5. Mengevaluasi dan mengelola data hasil penelitian.
  6. Mengadakan penelitian dan evaluasi secara periodik.
  7. Membuat suatu snalisa tentang hal-hal yang telah diteliti kemudian dilaporkan.
  8. melakukan supervisi yang meliputi usaha bimbingan dan pengawasan.
  9. Melaksanakan tugas di atas dengan saran dan atas pertimbangan dari

Materi Kepramukaan Siaga dan Materi Permainan Pramuka siaga

Materi Kepramukaan Siaga

1. Perkemahan Sehari ( Persari )
Perkemahan sehari merupakan kegiatan di luar ruangan (outdoor) yang lebih condong melakukan kegiatan di alam bebas,berhubung masih siaga untuk perkemahan hanya memakan waktu sehari saja, di kegiatan ini para anggota pramuka siaga dikenalkan kegiatan mengenal alam dan kekompakan.

2. Darmawisata
Dalam materi ini para anggota pramuka siaga ajak menuju tempat wisata sebagai ajang liburan dan menambah wawasan. Setelah itu para anggota siaga dapat memaparkan apasaja yang telah diperoleh dari hasil perjalanannya selama berdarmawisata. Diajarkan rasa peduli sesama dan cinta terhadap kekayaan alam serta budayannya.

3. Karnaval
Pramuka siaga dapat menampilkan pawai atau ajang pamer dari hasil kreativitasnya yang sebelumnya telah diajarkan terlebih dahulu bagaimana membuat suatu barang seni atauyang bermanfaat.
4. Permainan Bersama
Para anggota pramuka siaga dikumpulkan dan dikondisikan dalam suatu permainan yangdapat dilakukan secara bersama-sama.
5. Pentas Seni dan Budaya
Materi pramuka siaga ini menampilkan hasil dari latihan dalam bidang seni budaya,diharapkan para siaga dapat menunjukkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dantidak terlindas oleh budaya luar.

6. Pameran Siaga
Anggota siaga dikondisikan memamerkan hasil karyanya baik individu maupun kelompok yang dapat diliahat secara umum, hal ini menunjukkan bahwa pramuka siaga juga dapat memberikan kontribusi yang positif sehingga kelak dapat membuat suatu karya yang lebih bagus dengan kemampuan yang telah diasah.

Materi Permainan Pramuka siaga

1. BINTANG BERPINDAH
A. Posisi awal : Lingkaran besar.
B. Aturan bermain : Anak-anak bergandengan dua-dua, muka belakang rapat, jarak pasangan satu dengan yang lain 3 m. seorang dari regu A dan regu B menjadi bintang yang pindah. Ke dua anak ini siap di tengah lingkaran. Satu dengan yang lain jaraknya 3 m. Dengan aba-aba dari Pembina, B berlari menempel salah satu pasangan di depannya. A mengejar dan menepuk B, sebelum menempel pada salah satu pasangan. Bila B menempel pada salah satu pasangan sebelum kena, maka anak yang di belakang yang di temple bharus lari dan pindah menempel di depan pasangan lain. 
Demikian seterusnya. Bila yang lari kena tepuk, maka mereka mejadi pasangan bintang baru. Pembina menunjuk lagi 2 orang, 1 dari regu C dan satu lagi dari regu D, untuk menjadi bintang yang akan kejar-kejaran. Permainan diteruskan bila anak yang di kejarterlalu jauh meninggalkan lingkaran, di anggap telah kena tepuk.
C. Penilaian : anak yang dapat menepuk mendapat angka 1, yang di tepuk nilaunya kurang 1. Regu yang mendapat nilai terbanyak menang.

2. LARI LIPAN 
Posisi awal : perlombaan, di depan tiap barung / regu dipancangkan tongkat dengan jarak10 m. Aturan bermain : tiep barung/ regu anak-anaak berpegang erat dengan anak depannya,danggan cara memeluluk pada perutnya , menyerupai lipan. Dengan aba dari Pembina lipan itu cepat-cepat lari menuju tongkat di depannya dan berputar mengelilingi tongkat kembali ketempat semula dan berbaris rapi. 
Penilaian : Barung / regu berbaris rapi lebih dahulu yang menang.

3. TAWON DENGAN BUNGA
Posisi awal : Lingkaran kecil. Anggota barung / regu tersebar tidak berkumpul menjadi satu, semua jongkok bergandengan erat. Seorang di tunjuk oleh Pembina sebagai "tawon",
lainnya sebagai "bunga".
Aturan bermain :Tawon terbang berputa-putar sambil mendengung lalu mendekati salahsatu bunga, kemudian terjadi Tanya jawab :
B : “Siapa itu ?”
T :“Saya tawon.”
B : “Mau apa ?”
T : “saya hendak memetik bunga.”
B : “Bunga apa ?”
T : “Bunga Mawar .”
B : “ Petiklah .”
Tawon lalu memilih salah seorang anak dan menariknya untuk di lepas dari barisan.Boleh memilih yang lain sampai mendapat satu bunga. Bunga yang di lepas menjadi tawon. Dan permainan di lanjutkan. Tawonnya 2 ekor dan bunga yang harus di petik 2 kuntum. Dan permainan dilanjutkan terus sampai tawonnya banyak (30 % anak yang ikut).
Kemudian tawonnya dihitung dan dipilih-pilih dari regu apa. Tawon yang pertama tak ikutdihitung.(permainan ini hanya untuk anak putra). Penilaian : Barung / regu paling sedikit tawonnya juara.

4. GEROBAK SORONG
Posisi awal : Satu saf di depan barisan diberi batas dengan jarak 10 m. Aturan bermain : Anak no. 1 dan 2 tiap barung / regu menuju satu langkah. Anak no. 1 merangkak menghadap garis batas. Anak no. 2 berdiri di antara kaki anak no. 1 dan mengangkat kedua kaki anak no. 1, sehingga seperti mendorong "gerobak sorong". Dengan aba-aba Pembina "gorobak sorong" berjalan cepat menuju garis batas, yang mencapai garis batas pertama mendapat angka 3, yang 2 mendapat angka 2, yang ke 3 angkanya 1.kemudian no.4, no.5 dstsampai semua anak mendapat giliran. Permainan ini tidak perlu diulang dan hanya untuk anak pria.Penilaian : Barung / regu yang nilainya terbanyak juaranya.

Pengorganisasian Pramuka Siaga dan Materi Latihan Siaga

Pengorganisasian Pramuka Siaga
Dalam setiap kegiatannya, sebagaimana ketentuan dalam metode kepramukaan yang salah satu poinnya menghendaki kegiatan berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi satuan pramuka siaga diorganisasikan dalam kelompok-kelompok secara berjenjang.
Satuan terkecilnya dinamakan Barung yang terdiri atas 5 s.d 10 orang siaga. barung ini diberi nama dengan nama warna semisal Barung Merah, Barung Hijau, dan lain-lain. Barung sendiri dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung (yang disingkat Pinrung) dan dibantu oleh Wakil Pemimpin Barung ( Wapinrung ). Penggunaan istilah barung mengacu pada kata barung-barung yang memiliki arti (1) teratak; gubuk; pondok; (2) rumah kecil (untuk berkedai); warung (Kamus Besar Bahas Indonesia)

Empat barung kemudian dikelompokkan dalam satuan yang dinamakan Perindukan. Perindukan dipimpin oleh seorang Pimpinan Barung Utama atau yang biasa disebutsebagai Sulung. Sulung ini dipilih secara bergiliran dari masing-masing Pinrung yang adadi perindukan tersebut. Perindukan ini dibimbing oleh seorang Pembina Pramuka Siaga yang biasa dipanggil dengan sebutan Yahda ( putra ) dan Bunda ( putri ). Selain itu juga dibantu oleh dua orang Pembantu Pembina Siaga yang dipanggil Pakcik ( putra ) dan Bucik ( putri ).

Materi Latihan Siaga
  • Area Pengembangan Spiritual, meliputi :

  1. Pramuka Siaga Mula : mengenal aturan agama yang dianutnya dan agama serta budaya lain.
  2. Pramuka Siaga Bantu : memahami aturan aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain.
  3. Pramuka Siaga Tata : melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain.

  • Area Pengembangan Emosional, meliputi :

  1. Pramuka Siaga Mula : mengenal Dwisatya dan Dwidarma.
  2. Pramuka Siaga Bantu : memahami Dwisatya dan Dwidarma.
  3. Pramuka Siaga Tata : mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma.

  • Area Pengembangan Sosial, meliputi :
  1. Pramuka Siaga Mula : mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu Perindukan.
  2. Pramuka Siaga Bantu : mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya.
  3. Pramuka Siaga Tata : Taat terhadap peraturan-peraturan sosial yang berlakudi lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuhtanggung jawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.
  • Area Pengembangan Intelektual, meliputi :
  1. Pramuka Siaga Mula : mengenal pengetahuan, teknologi dan keterampilan kepramukaan.
  2. Pramuka Siaga Bantu : dapat melaksanakan pengetahuan teknologi danketerampilan kepramukaan serta dapat memanfaatkannya.
  3. Pramuka Siaga Tata : dapat menceritakan pengetahuan dan teknologi sertaketerampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan.
  • Area Pengembangan Fisik, meliputi :
  1. Pramuka Siaga Mula : mengenal organ tubuh, gerakan dasar olah raga,kebersihan dan kesehatan.
  2. Pramuka Siaga Bantu : memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olahraga, kebersihan dan kesehatan.
  3. Pramuka Siaga Tata : membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolah raga secara teratur dengan mematuhi aturannya, minumcukup dan makan dengan menu gizi seimbang.
Materi-materi latihan untuk pramuka siaga sebagaimana dikelompokkan dalam 5 area pengembangan tersebut telah disusun dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga untuk masing-masing tingkatan SKU. Sehingga, bagi peserta didik ( pramuka siaga ) maupun pembina pramuka siaga ( Yanda dan Bunda ) dalam menjalankan latihan siaga, bisa mengacu pada mataeri-materi sebagaimana point-point dalam SKU.


Pengertian Tanda Kecakapan Umum dan Tanda Kecakapan Khusus

Syarat Kecakapan Umum ( SKU )

Syarat Kecakapan Umum ( SKU ) Pramuka Siaga adalah syarat wajib yang harus dipenuhioleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum ( TKU ). TKU dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:
  1. Siaga Mula2.
  2. Siaga Bantu
  3. Siaga Tata
Syarat Kecakapan Khusus
Syarat Kecakapan Khusus ( SKK ) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). TKK dalam Pramuka Siaga hanya terdiri dari satu tingkatan.

Tanda Kecakapan
  • Tanda Kecakapan Umum
Tanda Kecakapan Umum (TKU) Pramuka Siaga dapat dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur (ini juga diambil darikebiasaan para pahlawan dulu untuk menandakan pangkat seseorang).
  • Tanda Kecakapan Khusus
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pramuka Siaga berbentuk  segitiga sama sisidengan panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm. TKK dapat dipasang di lengan baju sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di sekeliling tanda Kwarda dengan puncak menghadap ke bawah sebanyak 5 buah.

Pramuka Siaga Pengertian, Kode Kehormatan dan Satuan

Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

Kode Kehormatan Siaga
Sebagaimana golongan lainnya yang memiliki kode kehormatan berupa janji (satya) dan ketentuan moral (darma), pramuka siaga pun memilikinya. Janji seorang pramuka siaga disebut dengan "Dwisatya" sedangkan ketentuan moralnya dinamakan "Dwi Darma". Kode kehormatan sendiri merupakan serangkaian ketentuan dasar yang harus dilaksanakan setiap anggota Pramuka dalam bertingkah laku sehari-hari. Kode kehormatan untuk pramuka siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma yang bunyinya sebagai berikut:

Dwisatya 
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.
  2.  setiap hari berbuat kebaikan.

Dwidarma 
  1. Siaga berbakti pada ayah dan ibundanya.2.
  2. Siaga berani dan tidak putus asa.
Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau ada seorang anggota Pramuka Siaga yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar moral ini, dia belum bisa disebut Pramuka Siaga seutuhnya.

Satuan
Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung. Setiap beberapa Barung dihimpun dalam sebuah satuan besar yang bernama Perindukan. Barung diberi nama dengan warna semisal, Barung Merah, Barung Hijau dll. Sebuah Barung beranggotakan antara 6 - 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung ( Pinrung ) yang dipiliholeh Barung itu sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.

Susunan Renungan dan Ulang janji ke 58 Tahun 2019

Kesempatan kali ini saya akan mebagikan panduan dan tata cara Renungan dan Ulang Janji ke 58 tahun 2019 yang dilaksanakna di Dewan kerja Ranting Cawas, Klaten. Sebelum saya masuk ke intinya, arikel yang saya buat ini berpacu dengan Kwartir Ranting Cabang Klaten dan Banyumas.
Apa itu Renungan dan Ulang Janji ??
Melakukan perenungan terhadap usaha dan karya yang telah dilakukan oleh setiap pramuka demi Kepramukaan dan Gerakan Pramuka serta mengulang pengucapan janji (Satya Pramuka).

Untuk lebih jelas dan detailnya kalian bisa melihat tantuan ini =>  Naskah Acara Renungan Ulang Janji Hari Pramuka.
URUTAN ACARA UPACARA RENUNGAN D
AN ULANG JANJI HARI PRAMUKA 
ACARA PENDAHULUAN 
1. Peserta sudah berkumpul di tempat yang telah ditentukan membentuk lingkaran persaudaraan, 
    dengan pusat pandangan obor / pelita lambang semangat menyala dalam mencapai cita-cita 
    mulia 
2. Pembina  upacara tiba menempatkan di lingkaran upacara 
3. Penghormatan dipimpin pemimpin upacara

ACARA INTI 
4. Pembina upacara menempatkan diri maju tiga langkah. 
5. Penyalaan obor dan pengucapan Dasadarma Pramuka 
6. Hymne Satyadarma Pramuka 
7. Bendera Merah Putih memasuki tempat upacara penghormatan dipimpin pemimpin upacara, 
    menempatkan di depan kanan pembina.  
8. Pembacaan Renungan Hari Pramuka ke-58 oleh petugas 
9. Pembacaan ulang janji dipimpin pembina upacara 
10. Menyanyikan lagu Bagimu Negeri 
11. Bendera Merah Putih meninggalkan tempat upacara, penghormatan dipimpin pemimpin upacara 
12. Pembacaan doa oleh petugas 
13. Menyanyikan lagu Syukur

ACARA PENUTUP 
14. Penghormatan dipimpin oleh pemimpin upacara 
15. Pembina meninggalkan tempat upacara, sambil berjabat tangan dengan peserta upacara, diikuti 
      peserta lainnya. 
16. Upacara selesai  


====================================================================

NASKAH NARASI PEMBAWA ACARA DAN  URAIAN PELAKSANAN RENUNGAN ULANG JANJI PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA  

( Pukul 20.00 WIB ) 
Peserta sudah berkumpul ditempat yang telah ditentukan. 

( Pukul 20.05 WIB ) 
Terdengar alunan sangkala pertanda panggilan bagi peserta Renungan untuk menuju tempat upacara dan satu persatu menempatkan diri Peserta sudah berkumpul ditempat yang telah ditentukan. 

( Pukul 20.10 WIB ) 
( Pembawa Acara ( PA ) Menjelang fajar, Hari Pramuka,Tanggal 14 Agustus Tahun 2019 acara peringatan 58 tahun  Hari Pramuka dilaksanakan,  pada malam yang tenang ini, kita semua, para anggota dewasa Gerakan Pramuka, berkumpul di sini, untuk merenungkan, hasil – hasil karya dan segenap usaha, yang telah kita lalui, dengan segala keberhasilan dan kekurangannya.  

Marilah, kita mulai-pertemuan ini, dengan saling memberikan hormat, sebagai tanda persaudaraan kita, serta, untuk meningkatkan Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila. 
Pemimpin Upacara : HORMAT………….GRAK …….TEGAK ………..GRAK. 

( Pembawa Acara ( PA ) Kiranya Kakak …….…………( sebut nama pembina upacara ) selaku pembina upacara berkenan menempatkan diri  maju 3 langkahi. 
Dengarkan, apa yang tersirat dalam Dasa Darma Pramuka. 
Kita tanamkan di hati kita, kita hayati, dan kita amalkan, dengan sepenuh usaha. 
Kita nyalakan, api Semangat Dasa Darma. 

( Keterangan ) 10 (sepuluh) pembawa obor dengan langkah tegap maju ke tengah ke tengah lingkaran, satu per satu menyalakan obor yang diambil dari pelita yang menyala di pusat arena. Berurutan Dasa Darma diucapkan, disertai nyala obor dalam sikap sempurna yang menerangi segenap peserta upacara. 

Setelah Dasa Darma ke-10 diucapkan, petugas lagu mengumandangkan koda (nada kalimat terakhir lagu) Satya Darma Pramuka ………." KAMI JADI PANDUMU"…….. (kemudian semua peserta renungan menyanyikan lagu) 

( Pembawa Acara ( PA ) Sang Merah Putih, lambang kebanggaan bangsa Indonesia, mencerminkan keberanian karena membela yang benar, akan menjadi saksi, apa yang kita renungkan dan janji yang kita ucapkan . 

( Keterangan ) ( Pembawa Bendera Merah Putih  dengan langkah tegap memasuki arena upacara dan menempatkan diri di tengah arena, mengambil posisi di depan sebelah kanan Pembina Upacara , haluan menghadap pusat lingkaran kemudian berhenti). 

Bersamaan dengan saat masuknya Sang Merah Putih, pemimpin upacara memberikan aba 
– aba : ” KEPADA SANG MERAH PUTIH, HORMAT…..GRAK" dan setelah petugas berhenti TEGAK…..GRAK". 

( Pembawa Acara ( PA )  Marilah, kita renungkan perjalanan kita, dalam  mengabdikan diri kepada Nusa dan Bangsa, melalui wadah Pendidikan Kepanduan Nasional Gerakan Pendidikan 
Kepanduan Praja Muda Karana, yang pada tahun ini, tepatnya, tanggal 14 Agustus 2019 telah berjalan selama, 58 tahun. 

( Keterangan )  Pembacaan Naskah Renungan oleh petugas, dengan pelan dan khidmad. 

( Pembawa Acara ( PA ) Selanjutnya Kakak …….…………( sebut nama pembina upacara ) selaku pembina upacara, berkenan  mengantarkan kita semua untuk Ulang Janji sebagai pengingat apa yang telah kita ikrarkan  dan pengikat janji bhakti kepada ibu pertiwi  dan juga sebagai tekad meneruskan cita – cita Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya Pahlawan Pendidikan Kepramukaan. 

( Keterangan ) Pembina Upacara mengajak peserta untuk Ulang Janji, para peserta upacara memegang ujung setangan leher Merah Putih dengan tangan kiri dan menempelkannya pada dada sebelah kiri, tangan kanan memberikan hormat., setelah pembacaan Trisatya selesai kembali tegak.
Setelah Ulang Janji Petugas lagu mengumandangkan koda lagu Bagimu Negeri  ”BAGIMU NEGRI ……… JIWA RAGA KAMI ……..” 

( Pembawa Acara ( PA ) Cukuplah sudah Sang Merah Putih menjadi saksi dan kini  disimpan kembali. 

( Keterangan ) Pembawa Sang Merah Putih berjalan langkah tegap keluar dari lingkaran dan pemimpin upacara memberikan aba – aba : ” KEPADA SANG MERAH PUTIH, HORMAT…..GRAK ”. Setelah bendera berhenti ”TEGAK…..GRAK.” 

( Pembawa Acara ( PA ) Dasadarma dan Trisatya  telah kita Ikrarkan bersama, kita masing-masing telah menjanjikan diri untuk menghayati, melaksanakan dan mengamalkannya. Untuk itu marilah kita menundukkan kepala, seraya memohon kekuatan,  petunjuk, perlindungan, berkah dan rahmat-Nya agar apa yang telah kita ikrarkan itu dapat terlaksana dengan baik, sebagai bentuk amal ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di samping itu kita doakan pula bersama agar arwah para pahlawan termasuk arwah pahlawan pramuka, dapat diterima disisi –Nya sesuai dengan amal bhakti yang telah diperbuat dalam masa hidupnya. 

( Keterangan ) Petugas pembaca doa maju satu langkah, dan membacakan naskah doa. 
Semua peserta renungan dengan khidmad mengikuti dan membacakan doa menurut agama dan keyakinannya masing-masing. 

( Pembawa Acara ( PA )  Rasa syukur kita penjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. 

( Keterangan ) Petugas lagu mengumandangkan koda lagu Syukur ” SYUKUR AKU SEMBAHKAN KEHADIRATMU TUHAN ……… Kemudian diikuti peserta renungan menyanyikan lagu.. 

( Pembawa Acara ( PA ) Akhirnya …….Selamat, Selamat, Selamat memperingati Hari Pramuka Ke-58 Tahun 2019 dan Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa  senantiasa memberikan perlindungan, kasih sayang dan petunjuk kepada seluruh Warga Gerakan Pramuka dalam usahanya memberikan setitik bakti mengabdi Ibu Pertiwi. 
Kemudian sebagai penutup acara marilah kita saling memberikan hormat, dan setelah itu saling berjabatan tangan sebagai tanda keakraban persaudaraan di antara kita. 

Pemimpin Upacara : ” HORMAT………….GRAK …….TEGAK …….GRAK ” 

( Pembawa Acara ( PA ) Kiranya Kakak …….selaku Pembina Upacara berkenan kembali ke tempat semula
( acara selesai ) 

( Pembawa Acara ( PA ) Kepada para Tamu, Hadirin dan Peserta Upacara, kami sampaikan ucapan terima kasih. Selanjutnya kepada Kakak-kakak berkenan menempatkan diri untuk saling berjabatan tangan. 

SELAMAT MEMANDU DAN DIRGAHAYU GERAKAN PRAMUKA INDONESIA  
““ Bekerja untuk Kaum Muda, Mewariskan yang Terbaik bagi Bangsa”“  
” Bangun Karakter Kaum Muda melalui Kegiatan yang Keren, Gembira dan Asyik” 

=================================================================

CONTOH
NASKAH ULANG JANJI PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-58 TAHUN 2019 
(DIBACA PEMBINA UPACARA) 
Saudaraku…….warga Gerakan Pramuka yang berbahagia. Pada malam yang berbahagia ini, marilah kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua. 

Setelah kita merenungkan bersama akan perjalanan  perjuangan dan pengabdian kita, maka pada kesempatan yang baik ini marilah kita semua sebagai Pandu Indonesia membulatkan tekad, mengobarkan semangat untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian demi tercapainya tujuan bangsa, yakni masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. 
Selanjutnya, sebelum ulang janji marilah kita tundukkan kepala, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar apa yang telah kita satyakan mendapat ridho dan bimbingan-Nya, 
Berdoa Mulai….. ……. , selesai. 

Saudara-saudaraku sekalian  
Marilah kita pegang ujung Sang Merah Putih yang ada di pundak kita, kita lekatkan ke dada kiri kita dengan maksud agar selama jantung kita masih berdetak, kita akan senantiasa ingat bahwa di pundak kita dipercayakan tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan janji Pramuka Indonesia, dan tangan kanan memberi hormat, sebagai tanda penghayatan kesungguhan janji kita. 

Tirukanlah : 
TRI SATYA 
DEMI KEHORMATANKU AKU BERJANJI AKAN BERSUNGGUHSUNGGUH : 
  • MENJALANKAN KEWAJIBANKU TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA, DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA,  MENGAMALKAN PANCASILA. 
  • MENOLONG SESAMA HIDUP, DAN IKUT SERTA MEMBANGUN MASYARAKAT. 
  • SERTA, MENEPATI DASA DARMA. 
Semoga Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan karunia-Nya kepada setiap warga Gerakan Pramuka Indonesia. 
Amin.    

===================================================================

TEKS RENUNGAN  PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-58 TAHUN 2019 DI JAJARAN KWARTIR CABANG BANYUMAS 
  
Dikala angin berhembus, semilir menerpa dedaunan 
Ketika jiwa pasrah di hadapan Penguasa jagad semesta 
Mari kita lihat lagi waktu yang telah terlewatkan 
Kita ingat lagi, pertama janji pandu sejati diucapkan

Malam yang hening Sebersit cahaya merona  
Menuai lembut ketabahan hati menempa diri kehidupan insani
Tak Terasa 58 Tahun telah berlalu saat terbentuk Praja Muda Karana 
Yang siap sedia mempersiapkan kaum muda untuk berkarya 
Membangun Negara, Bangsa, Agama dan Keluarga

Malam yang indah ini adalah wahana merenung diri 
Mengingat kembali makna Pandu sejati 
Mengemban tugas suci Bakti diri pada Ibu Pertiwi
Tanggung jawab ini tertumpu pada kita, 
Mampukah kita wujudkan untuk mencapai cita-cita luhur,  
Tantangan bagi kita, tantangan bagi Gerakan Pramuka Indonesia

Sahabat pandu sejati, 
Jangan cepat putus asamu terkikis waktu 
Jangan goyah hatimu tertelan masa, 
Tanamkan pada jiwamu, jiwa kita semua 
AKULAH PANDU SEJATI YANG TAK PERNAH INGKAR JANJI, BESOK AKAN KUSEMAIKAN BENIH-BENIH KEBAJIKAN,  ‘KAN KUTEBARKAN WARNA-WARNA KELUHURAN JIWA. 

Wahai Praja Muda Karana 
Tunas-tunas muda harapan bangsa 
Janji seorang Pandu adalah janji sejati 
Yang tidak akan hilang tertiup angin 
Yang tidak akan hancur diterjang gelombang  
Dan tidak akan lekang oleh panas dan hujan

Wahai ksatria-ksatria bangsa 
Dalam setiap jengkal nafasmu 
Dalam setiap denyut nadimu 
Dalam setiap desir darahmu 
Dalam setiap degub jantungmu 
Tanamkan selalu

bahwa aku : 
Demi kehormatan diriku 
AKAN BERSUNGGUH-SUNGGUH MENJALANKAN KEWAJIBANKU TERHADAP TUHAN, DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, DAN MENGAMALKAN PANCASILA, MENOLONG SESAMA HIDUP DAN IKUT SERTA MEMBANGUN MASYARAKAT, MENEPATI DASA DHARMA. 

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridloi janji kita... Amien. 


====================================================================

NASKAH DOA 
A’ UDZUBILLAHI MINASH SHAITHOONIR ROJIIM  BISMILLAHIR ROHMAANIR ROCHIIM 
ALLAHUMA SHOLI ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD.

YA ALLAH TUHAN YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG. SEGALA PUJI HANYA BAGI ENGKAU TUHAN YANG MENGUASAI SEMESTA ALAM. 
PADA PAGI YANG BERBAHAGIA INI KAMI PERSEMBAHKAN SYUKUR 
ATAS RAHMAT DAN KARUNIA-MU  
KAU BERKATI 58TAHUN PERJALANAN SEJARAH GERAKAN PRAMUKA 
KAU LAJUKAN PERJALANAN PEMBANGUNAN BANGSA INDONESIA

YA ALLAH AL-MUHAIMIN TUHAN YANG MAHA MELINDUNGI 
LINDUNGILAH KAMI GERAKAN PRAMUKA DAN SELURUH PERSADA  
NUSANTARA DARI SEGALA RINTANGAN DAN HAMBATAN 
LINDUNGILAH KAMI DARI FITNAH YANG MENYESATKAN   
KUAT-ERATKAN PERSATUAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

JAUHKAN DARI PERPECAHAN DAN RASA PERMUSUHAN 
YA ALLAH AL-HAYYU, TUHAN YANG MAHA HIDUP. 
BERILAH KAMI JIWA YANG HIDUP, TEGAR DAN BANGKITKANLAH  
SEMANGAT 
UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN PERUBAHAN JAMAN  
DAN MENERUSKAN CITA-CITA LUHUR PARA PENDAHULU KAMI  

YA ALLAH AL-HADI, TUHAN YANG MAHA PEMBERI PETUNJUK 
BERILAH KAMI PETUNJUK-MU, UNTUK MENATAP MASA DEPAN  
YANG LEBIH BAIK DAN SARAT HARAPAN 

YA ALLAH AL-GHONI, TUHAN YANG MAHA KAYA 
JADIKANLAH TANAH AIR KAMI NEGERI YANG ADIL MAKMUR  
MELIMPAH, MERUAH, INDAH, SENTOSA DAN JAYA 

YA ALLAH AL-BASHIR, TUHAN YANG MAHA MELIHAT 
PERLIHATKAN KEPADA KAMI BAHWA YANG BENAR TAMPAK BENAR 
KUATKANLAH KAMI UNTUK DAPAT MENGAMALKANNYA 
DAN TUNJUKKANLAH BAHWA YANG SALAH, TAMPAK JELAS SALAHNYA 
DAN KUATKANLAH KAMI UNTUK DAPAT MENANGKALNYA 

YA ALLAH AL-GHOFUR, TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN 
AMPUNILAH DOSA KAMI, ORANG TUA KAMI,  PARA GURU DAN PEMBINA KAMI, PARA PEMIMPIN BANGSA KAMI, SERTA PAHLAWAN DAN PENDAHULU KAMI, DARI SEGALA DOSA DAN KESALAHAN. 
TEMPATKANLAN KAMI DI TEMPAT YANG PENUH NIKMATMU.

YA ALLAH HANYA KEPADAMU KAMI MENYEMBAH  DAN HANYA KEPADAMU KAMI BERLINDUNG. 
RABBANA ATINA FIDDUN-YA  CHASANAH

WA FIL AKHIROTI CHASANAH WA QINAA ‘ADZABANNAAR,  WAL CHAMDULILLAHIR ROBBIL ‘ALAMIIN.  

======================================================================
Refrensi ini saya ambil dari :
Sumber / Refrensi
  1. Dewan Kerja Cabang Klaten
  2. Dewan Kerja Cabang Banyumas

Surat Keputusan Sistem Administrasi Satuan Pramuka

Keputusan dan Surat Keputusan  Kwartir Nasional tentang Sistem Administrasi Satuan Pramuka No. 041 Tahun1995. Bila kalian ingin Mendownload klik " Download ". Semoga bermanfaat.

SURAT KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
Nomor : 041 Tahun 1995
TENTANG

PETUNJUK PELAKSANAAN ADMINISTRASI SATUAN PRAMUKA
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Menimbang : 
  1. bahwa Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Sistem Admimistrasi Umum Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam subsistem antara lain Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Satuan Pramuka sebagai pedoman bagi Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka;
  2. bahwa untuk itu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, perlu mengeluarkan Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Satuan Pramuka sehingga dapat tercipta keseragaman dalam tata cara pengendalian dan terlaksananya pembinaan administrasi yang baik, tertib teratur dan terarah di ling kungan satuan Gerakan Pramuka;
Mengingat : 
  1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  3.  Keputusan MUNAS Gerakan Pramuka tahun 1988 di Dili, Timor-Timur.
  4. Keputusan MUNAS Gerakan Pramuka tahun 1993 di Jayapura, Irian Jaya.
  5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 187 tahun 1993 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pokok-pokok Sistem Administrasi Umum Gerakan Pramuka.
  6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 188 tahun 1993 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir.


MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Pertama : 
  • Mengesahkan berlakunya Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Satuan Pramuka seperti yang tercantum dalam lampiran I dan II pada Surat Keputusan ini.


Kedua : 
  • Dengan berlakunya Surat Keputusan ini ketentuan-ketentuan yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan ini dinyatakan tidak berlaku lagi Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan


                                                        Ditetapkan di : Jakarta
                                                        Pada tanggal : 28 April 1995

                                                        Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
                                                                                 Ketua,


                                                                 H. Himawan Soetanto

Semoga bermanfaat dan juga berguna. Jangan untuk di salah gunakn terima kaasih.



Surat Keputusan Tanda Penghargaan Pramuka

Keputusan dan Surat Keputusan  Kwartir Nasional tentang Surat Keputusan Tanda Penghargaan Pramuka No.175 Tahun 2012. Bila kalian ingin Mendownload klik " Download ". Semoga bermanfaat.

Daftar Isi
  1. Sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  2. Daftar Isi.
  3. Visi, Misi dan Strategi Gerakan Pramuka 2009-2014.
  4. Ajakan Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka Revitalisasi Gerakan Pramuka (Tujuh Pemikiran Dasar).
  5. Revitalisasi Gerakan Pramuka Kutipan dari sambutan Presiden Republik Indonesia Dalam acara Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-45.
  6. Tujuh Langkah Strategis Revitalisasi Gerakan Pramuka.
  7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 175 Tahun 2012 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka.
Lampiran I
  1. BAB I - Pendahuluan.
  2. BAB II - Tujuan, Maksud dan Fungsi.
  3. BAB III - Kelompok dan Macam Tanda Penghargaan.
  4. BAB IV - Bentuk, Bahan, Ukuran, Gambar dan Warna.
  5. BAB V - Syarat-syarat Penerima Tanda Penghargaan.
  6. BAB VI - Pengusulan, Pemberian dan Penganugerahan serta Pemakaian dan Pencabutan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka.
  7. BAB VII - Pengadaan Tanda Penghargaan.
  8. BAB VIII - Penutup.
Lampiran II
  1. Tanda Penghargaan Kegiatan.
  2. Bintang Tahunan Pramuka.
  3. Lencana Pancawarsa.
  4. Lencana Satyawira.
  5. Lencana Karya Bakti.
  6. Lencana Wiratama
  7. Lencana Teladan.
  8. Lencana Darma Bakti.
  9. Lencana Melati.
  10. Lencana Tunas Kencana.

Download Link 1                                        Download Link 2

Semoga bermanfaat dan juga berguna. Jangan untuk di salah gunakn terima kaasih.

Naskah Acara Renungan Ulang Janji Hari Pramuka

Upacara renungan dan ulang janji pramuka merupakan rangkaian peringatan Hari Pramuka yang di laksankan setiap tanggal 14 Agustus. Acara ini di ikuti oleh pramuka penegak, Peramuka pandega dan pramuka dewasa. Di laksanakan di tingkat Nasional, Daerah, Cabang, Ranting dan Gugusdepan.

Sesuai dengan namanya, inti acara ini adalah melakukan perenungan terhadap usaha dan karya yang telah dilakukan oleh setiap pramuka demi Kepramukaan dan Gerakan Pramuka serta mengulang pengucapan janji (Satya Pramuka).

Persiapan Upacara Renungan dan Ulang Janji
Sebelum pelaksanaan yang harus dipersiapkan peralatan, petugas Upacar Renungan dan Ulang janji. 
  • Peralatan dalam pelaksanaan Upacara Renungan dan Ulang janji antara lain : 
  1. Obor Utama ( Pelita Abadi ).
  2. Sepuluh buah Obor Dasadharma ( 10 Petugas ).
  3. Naskah Pembawa Acara.
  4. Naskah Ulang janji.
  5. Teks Renungan.
  6. Teks Doa.
  • Petugas Upacara renungan dan Ulang Janji antara lain :
  1. Pembina Upacara.
  2. Pemimpin Upacara.
  3. Pembawa Acara.
  4. 10 Petugas Obor Dasa Dharma.
  5. Pembawa Bendera Merah Putih.
  6. Pemimpin Lagu ( Dirijen ).
  7. Pembaca Renungan.
  8. Pembaca Doa.
Pelaksanaan Upacara Renungan dan Ulang Janji
Upacara Renungan dan Ulang Janji pada hari pramuka dilaksanakan pada malam tanggal 13 Agustus atau malam menjelang Hari Pramuka, tanggal 14 Agustus. Formasi barisan upacara berbentuk lingkaran dengan pusat lingkaran Obor atau Pelita Abadi. Pelaksanaan upacara Renungan dan Ulang Janji dilaksanakan dengan Khimat dan tenang dalam suasana yang hening.

Perangkat yang digunakan dalam Upacara Renungan dan Ulang Janji dalam rangka Hari Pramuka sebagi berikut :
  1. Panduan Urutan Acara Renungan dan Ulang Janji
  2. Naskah Pembawa Acara dilengkapi dengan Tata Urutan Pelaksanaan Upacara Renungan dan Ulang Janji
  3. Naskah Ulang Janji (dibaca oleh Pembina Upacara)
  4. Teks Renungan (dibaca oleh petugas)
  5. Teks Doa (dibaca oleh petugas)
Untuk mendownload file WORD silahkan kalian klik " Download " di bawh Preview.
 Panduan Urutan Acara Renungan dan Ulang Janji
Download


Naskah Pembawa Acara dilengkapi dengan Tata Urutan Pelaksanaan Upacara Renungan dan Ulang Janji

Download

Naskah Ulang Janji (dibaca oleh Pembina Upacara)

Download

Teks Renungan (dibaca oleh petugas)

Download

Teks Doa (dibaca oleh petugas)

Download

Naskah atau text Renungan dan Ulang janji bila kalian menggunakanya boleh untuk di modifikasi namun sebelum kalin memodifikasi lihat tata cara dan ketentuan upacara yang berlaku dalam Gerakan Pramuka.

Kegiatan Pramuka

Dalam Kepramukaan terdapat banyak kegiatan. Pada prinsipnya semua kegiatan yang sesuai dengan PDK dan MK adalah kegiatan kepramukaan, akan tetapi terdapat kegiatan-kegiatan yang biasa bahkan rutin dilakukan dalam kepramukaan.

Kegiatan yang dapat diikuti semua golongan Pramuka
  1. Jamboree On The Air (JOTA) dan Jambore On The Internet (JOTI), adalah pertemuan Pramuka melalui udara, bekerjasama dengan Organisasi Amatir RadioIndonesia (ORARI) dan pertemuan Pramuka melalui internet. Kedua kegiatan ini dilaksanakan secara serentak. Kegiatan ini diselenggarakan di tingkat nasional dan internasional.
  2. Estafet Tunas Kelapa ETK, adalah kirab Pramuka secara estafet dengan membawa obor, Bendera Merah Putih dan Panji Kepramukaan yang dilaksanakan oleh Kwartir Daerah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pramuka. Estafet dimulai dari beberapa titik pemberangkatan dan berakhir di arena Upacara HUT tingkat Daerah. Petugas ETK biasanya dari Pramuka Penggalang, Pramuka penegak dan Pramuka Pandega.
  3. Perkemahan dan/atau upacara Hari Ulang Tahun Pramuka.

Kegiatan Pramuka Siaga
Selain kegiatan latihan rutin, Pramuka Siaga mempunyai kegiatan:

Pesta Siaga
Pesta Siaga adalah pertemuan untuk golongan Pramuka Siaga. Pesta Siaga diselenggarakan dalam dan/atau gabungan dari bentuk: Permainan Bersama (kegiatan keterampilan kepramukaan yang dikemas dengan permainan), Pameran Siaga, Pasar Siaga (simulasi situasi di pasar yang diperankan oleh Pramuka Siaga), Darmawisata, Pentas Seni Budaya, Karnaval, Perkemahan Satu Hari (Persari).

Kegiatan Pramuka Penggalang
Jambore
Jambore adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Jambore Ranting, Jambore Cabang, Jambore Daerah, Jambore Nasional, Jambore Regional dan Jambore se-Dunia.

Lomba Tingkat
Lomba Tingkat (LT) adalah pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perlombaan beregu atau perorangan atas nama regu yang mempertandingkan sejumlah ketrampilan. Lomba tingkat dilaksanakan dalam bentuk perkemahan. Lomba tingkat terdiri atas: LT-I (tingkat gugus depan), LT-II (tingkat Kwartir Ranting), LT-III (tingkat Kwartir Cabang), LT-IV (tingkat Kwartir Daerah) dan LT-V (tingkat Kwartir Nasional).

Perkemahan Bhakti
Perkemahan Bakti (PB) adalah kegiatan Pramuka Penggalang dalam rangka bhakti pada masyarakat yang biasanya berwujud peran serta dalam kegiatan pembangunan.

Dianpinru
Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru adalah kegiatan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru), dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinru diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang.

Perkemahan
Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Pelantikan Penggalang Baru, Perkemahan Kenaiakan Tingkat (dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap), Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya. perkemahan juga merupakan gerakan penghibur dan pengetahuan bagi mereka yang tak pernah mengenal dunia luar. selain itu perkemahan juga dapat dipakai oleh penggalang muhammadiyah yang sering disebut HIZBUL WATHAN.

Forum Penggalang
Forum Penggalang adalah pertemuan Pramuka Penggalang untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama. Inti dari kegiatan ini adalah untuk pengenalan demokratisasi dan pembelajaran metode pemecahan masalah sebagai modal bagi para Pramuka Penggalang di masa yang akan datang.

Penjelajahan
Penjelajahan, adalah pertemuan Pramuka Penggalang berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompasdan survival.

Kegiatan Pramuka Penegak-Pandega
Raimuna
Raimuna adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional. Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen Waropen-papua, yang berasal dari kataRai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama.

Raimuna Nasional VIII yang diadakan pada tahun 2003 merupakan Raimuna Nasional pertama yang diadakan diluar “kebiasaan” , Raimuna Nasional VIII diadakan di Taman Candi Prambanan-Yogyakarta , biasanya Raimuna Nasional diselenggarakan di BUPERTA WILADATIKA – CIbubur-Jakarta. Untuk Raimuna Nasional yang akan datang (Raimuna Nasional IX tahun 2008), akan dilaksanakan kembali di BUPER WILADATIKA – Cibubur-Jakarta Timur .

Gladian Pimpinan Satuan
Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu.kwatir daerah suk ,kwatir nasional.

Perkemahan
Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), Perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya.

Perkemahan Wirakarya
Perkemahan Wirakarya (PW), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu.

Perkemahan Bhakti
Perkemahan Bakti (Perti), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya selama mengadakan pembinaan, baik di gugusdepan maupun di Satuan karya Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti kepada masyarakat.

PERAN SAKA (Perkemahan Antar Saka)
Perkemahan Antar (Peran) Saka, adalah Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Satuan Karya Pramuka (Saka), berbentuk perkemahan besar, yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka. Saat ini Gerakan Pramuka memiliki tujuh Saka. Peran Saka diselenggarakan apabila diikuti minimal oleh dua Satuan Karya Pramuka.

Pengembaraan
Pengembaraan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.
Latihan Pengembangan Kepemimpinan
Latihan Pengembangan Kepemimpinan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda agar dapat ikut serta dalam mengelola kwartir dan diharapkan di kemudian hari mampu menduduki posisi pimpinan dalam Gerakan Pramuka.

PPDK
Pelatihan Pengelola Dewan Kerja (PPDK), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang menjadi anggota Dewan Kerja untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan Dewan Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja di wilayah binaannya dapat mengelola dewan kerjanya secara efektif dan efisien.

Kursus Instruktur Muda
Kursus Instruktur Muda, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pengembangan potensi Pramuka, baik sebagai Pribadi, kelompok maupun organisasi untuk mensukseskan pelaksanaan upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana.

Penataran, Seminar dan Lokakarya
Penataran, Seminar, dan Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama, sebagai bahan masukan bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Sidang Paripurna
Sidang Paripurna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang tergabung dalam Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun program kerja/kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu tahun dan akan dijadikan bahan dalam Rapat Kerja Kwartir.

Musppanitera
Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya.

Ulang Janji
Ulang Janji adalah upacara pengucapan ulang janji (Trisatya) bagi Pramuka Penegak, Pandega dan Anggota Dewasa yang dilaksanakan pada malam tanggal 14Agustus dalam rangka Hari Ulang Tahun Pramuka.

Kegiatan Pramuka Dewasa
Pramuka Dewasa adalah Pembantu Pembina, Pembina, Intruktur, Andalan dan anggota Majlis Pembimbing. Kegiatannya antara lain:
  1. Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD)
  2. Kursus Pembina Pramuka Mahir Lanjutan (KML)
  3. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Dasar (KPD)
  4. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Lanjutan (KPL)
  5. Musyawarah Gugusdepan (Mugus), Musyawarah Ranting (Musran), Musyawarah Cabang (Muscab), Musyawarah daerah (Musda) dan Musyawarah Nasional (Munas)
  6. Ulang Janji

Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum, untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan, dengan menggunakan tenda, di bangunan primitif, atau tanpa atap sama sekali.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemah (kata benda) adalah tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan sebagainya. perkemahan (kata benda) 1 hal berkemah; 2 himpunan kemah (pramuka, pasukan, dsb); tempat berkemah.

Berkemah sebagai aktivitas rekreasi mulai populer pada awal abad ke-20. Kegiatan ini juga umumnya disertai dengan kegiatan rekreasi luar ruangan lainnya, seperti mendaki gunung, berenang, memancing, dan bersepeda gunung.

Berkemah dalam Kepramukaan
Pramuka Penggalang tengah berkemah

Berkemah atau Perkemahan adalah salah satu macam kegiatan dalam kepramukaan yang dilaksanakan secara out bond. Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan untuk Pramuka.
Tujuan Perkemahan
  1. Memeberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
  2. Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
  3. Membina kerjasama dan persatuan dan persaudaraan.

Macam Perkemahan
Ada beberapa macam perkemahan ditinjau dari beberapa hal:

Ditinjau dari Lamanya Waktu, yaitu:
  1. Perkemahan Satu Hari. Yang termasuk dalam Perkemahan satu hari adalah Pesta Siaga
  2. Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami)
  3. Perkemahan lebih dari tiga hari

Ditinjau dari Tempat Pelaksanaannya, yaitu:
  1. Perkemahan Menetap
  2. Perkemahan Safari (Berpindah-pindah)

Ditinjau dari Tujuannya, yaitu:
  1. Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW)
  2. Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan Penggalang Ramu dan lain-lain
  3. Kemah Lomba. Seperti; Lomba Tingkat (LT)
  4. Kemah Rekreasi
  5. Kemah Jambore. Seperti; Jambore Ranting (tingkat Kwartir Ranting/Kecamatan), Jambore Cabang (tingkat Kwartir Cabang / Kabupaten/Kota, Jambore Daerah (tingkat Kwartir Daerah / Provinsi, Jambore Nasional (tingkat Kwartir Nasional / se-Indonesia).
  6. Kemah Riset/Penelitian

Ditinjau berdasarkan jumlah pesertanya, yaitu:
  1. Perkemahan satu regu/sangga
  2. Perkemahan satu Pasukan/Ambalan/Racana
  3. Perkemahan tingkat Ranting/Cabang/Daerah/Nasional/Regional/Dunia.

Tambahan
Dalam berkemah kita perlu mencari tempat yang baik dan ideal, yaitu:
  1. Tanahnya rata atau sedikit miring dan berumput dan terdapat pohon pelindung
  2. Dekat dengan sumber air
  3. Terjamin keamanannya
  4. Tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari kampung dan jalan raya
  5. Tidak terlalu jauh dengan pasar, pos keamanan dan pos kesehatan
  6. Memiliki pemandangan menarik

Pramuka Siaga

Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.

Tingkatan dalam Pramuka Siaga
Syarat Kecakapan Umum
Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Umum (TKU). TKU dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:
  1. Mula
  2. Bantu
  3. Tata
TKU dapat dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur (ini juga diambil dari kebiasaan para pahlawan dulu untuk menandakan pangkat seseorang).

Syarat Kecakapan Khusus
Syarat Kecakapan Khusus (SKK) adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Pramuka Siaga untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Khusus TKK tingkat Pramuka Siaga berbentuk segitiga sama sisi dengan panjang masing-masing sisi 3 cm dan tingginya 2 cm. TKK dapat dipasang di lengan baju sebelah kanan membentuk setengah lingkaran di sekeliling tanda Kwarda dengan puncak menghadap ke bawah.
    Kode kehormatan
    Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga ada dua, yang pertama disebut Dwi Satya (janji Pramuka Siaga), dan yang kedua disebut Dwi Darma (ketentuan moral Pramuka Siaga). Adapun isinya adalah:

    Dwi Satya
    Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
    1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Indonesia, dan mengikuti tata krama keluarga
    2. setiap hari berbuat kebajikan
    Dwi Darma
    1. Siaga berbakti kepada ayah dan ibundanya
    2. Siaga berani dan tidak putus asa
    Dua Kode Kehormatan yang disebutkan di atas adalah standar moral bagi seorang Pramuka Siaga dalam bertingkah laku di masyarakat. Jadi kalau ada seorang anggota Pramuka Siaga yang tingkah lakunya tidak sesuai dengan standar moral ini, dia belum bisa disebut Pramuka Siaga seutuhnya.

    Satuan
    Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut Barung setiap 4 Barung dihimpun dalam sebuah Perindukan. Barung diberi nama dengan warna semisal, Barung Merah, barung Hijau dll. Sebuah Barung beranggotakan paling banyak 10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung (Pinrung) yang dipilih oleh Barung itu sendiri. Masing-masing Ketua Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut Sulung. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung itu tadi.

    Lain-lain
    1. Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Yanda dan Pembina Siaga Pramuka putri dipanggil Bunda.
    2. Pembantu Pembina Pramuka Siaga putra dipanggil Pakcik dan Pembantu Pembina Pramuka putri dipanggil Bucik.
    3. Bentuk barisan dalam Upacara Siaga adalah lingkaran dengan Pembina berada di tengah lingkaran. Ini mengandung filosofi bahwa cara pandang Pramuka Siaga yang masih terfokus pada satu titik.
    4. Kegiatan untuk Siaga salah satunya adalah Pesta Siaga yang berupa Perkemahan satu hari tanpa menginab.