Surat Al Fatihah (Arab, Latin, Terjemahan Arti Bahasa Indonesia)

Surat Al Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
ar-raḥmānir-raḥīm
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
māliki yaumid-dīn
Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Tunjukilah kami jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) (Arab Dan Terjemahan Indonesia) Al-Qur'an

QS. Al-Baqarah (Sapi Betina) 286 ayat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِا 
لٓمّٓۚ

1. alif lām mīm
Artinya : Alif Lam Mim

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ ھُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
2. żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn
Artinya : Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ
3. allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
Artinya : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

وَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ ھُمْ يُوْقِنُوْنَ
4. wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn
Artinya : dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.

اُولٰٓٮِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنۡ رَّبِّهِمۡ‌ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏
5. ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn
Artinya : Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَاَنۡذَرۡتَهُمۡ اَمۡ لَمۡ تُنۡذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَ‏
6. innallażīna kafarụ sawā`un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn
Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

خَتَمَ اللّٰهُ عَلَىٰ قُلُوۡبِهِمۡ وَعَلٰى سَمۡعِهِمۡ‌ؕ وَعَلٰىٓ اَبۡصَارِهِمۡ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيۡمٌ
7. khatamallāhu ‘alā qulụbihim wa ‘alā sam’ihim, wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm
Artinya : Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.

وَمِنَ النَّاسِ مَنۡ يَّقُوۡلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَمَا هُمۡ بِمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۘ‏
8. wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu`minīn
Artinya : Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir," padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

يُخٰدِعُوۡنَ اللّٰهَ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا ‌ۚ وَمَا يَخۡدَعُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُوۡنَؕ
9. yukhādi’ụnallāha wallażīna āmanụ, wa mā yakhda’ụna illā anfusahum wa mā yasy’urụn
Artinya : Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.

فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ‌ۚ وَّلَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌۙۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡذِبُوۡنَ‏
10. fī qulụbihim maraḍun fa zādahumullāhu maraḍā, wa lahum ‘ażābun alīmum bimā kānụ yakżibụn
Artinya : Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.

وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُوۡا فِىۡ الۡاَرۡضِۙ قَالُوۡاۤ اِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُوۡنَ
11. wa iżā qīla lahum lā tufsidụ fil arḍi qālū innamā naḥnu muṣliḥụn
Artinya : Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."

اَلَا ۤ اِنَّهُمۡ هُمُ الۡمُفۡسِدُوۡنَ وَلٰـكِنۡ لَّا يَشۡعُرُوۡنَ
12. alā innahum humul-mufsidụna wa lākil lā yasy’urụn
Artinya : Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.

وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمۡ اٰمِنُوۡا كَمَاۤ اٰمَنَ النَّاسُ قَالُوۡاۤ اَنُؤۡمِنُ كَمَاۤ اٰمَنَ السُّفَهَآءُ‌ ؕ اَلَاۤ اِنَّهُمۡ هُمُ السُّفَهَآءُ وَلٰـكِنۡ لَّا يَعۡلَمُوۡنَ
13. wa iżā qīla lahum āminụ kamā āmanan-nāsu qālū a nu`minu kamā āmanas-sufahā`, alā innahum humus-sufahā`u wa lākil lā ya’lamụn
Artinya : Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!" Mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.

وَاِذَا لَقُوۡا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قَالُوۡاۤ اٰمَنَّا ۖۚ وَاِذَا خَلَوۡا اِلٰى شَيٰطِيۡنِهِمۡۙ قَالُوۡاۤ اِنَّا مَعَكُمۡۙ اِنَّمَا نَحۡنُ مُسۡتَهۡزِءُوۡنَ
14. iżā laqullażīna āmanụ qālū āmannā, wa iżā khalau ilā syayāṭīnihim qālū innā ma’akum innamā naḥnu mustahzi`ụn
Artinya : Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."

اَللّٰهُ يَسۡتَهۡزِئُ بِهِمۡ وَيَمُدُّهُمۡ فِىۡ طُغۡيَانِهِمۡ يَعۡمَهُوۡنَ‏
15. allāhu yastahzi`u bihim wa yamudduhum fī ṭugyānihim ya’mahụn
Artinya : Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ اشۡتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالۡهُدٰى فَمَا رَبِحَتۡ تِّجَارَتُهُمۡ وَمَا كَانُوۡا مُهۡتَدِيۡنَ‏
16. ulā`ikallażīnasytarawuḍ-ḍalālata bil-hudā fa mā rabiḥat tijāratuhum wa mā kānụ muhtadīn
Artinya : Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.

مَثَلُهُمۡ كَمَثَلِ الَّذِى اسۡتَوۡقَدَ نَارًا ‌ۚ فَلَمَّاۤ اَضَآءَتۡ مَا حَوۡلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوۡرِهِمۡ وَتَرَكَهُمۡ فِىۡ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبۡصِرُوۡنَ
17. maṡaluhum kamaṡalillażistauqada nārā, fa lammā aḍā`at mā ḥaulahụ żahaballāhu binụrihim wa tarakahum fī ẓulumātil lā yubṣirụn
Artinya : Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.

صُمٌّۢ بُكۡمٌ عُمۡىٌ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُوۡنَ ۙ‏
18. ṣummum bukmun ‘umyun fa hum lā yarji’ụn
Artinya : Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.

اَوۡ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَآءِ فِيۡهِ ظُلُمٰتٌ وَّرَعۡدٌ وَّبَرۡقٌ‌ ۚ يَجۡعَلُوۡنَ اَصَابِعَهُمۡ فِىۡۤ اٰذَانِهِمۡ مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الۡمَوۡتِ‌ؕ وَاللّٰهُ مُحِيۡطٌ‌ۢ بِالۡكٰفِرِيۡنَ
19. au kaṣayyibim minas-samā`i fīhi ẓulumātuw wa ra’duw wa barq, yaj’alụna aṣābi’ahum fī āżānihim minaṣ-ṣawā’iqi ḥażaral-maụt, wallāhu muḥīṭum bil-kāfirīn
Artinya : Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.

يَكَادُ الۡبَرۡقُ يَخۡطَفُ اَبۡصَارَهُمۡ‌ؕ كُلَّمَاۤ اَضَآءَ لَهُمۡ مَّشَوۡا فِيۡهِ وَاِذَاۤ اَظۡلَمَ عَلَيۡهِمۡ قَامُوۡا‌ؕ وَلَوۡ شَآءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَاَبۡصَارِهِمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
20. yakādul-barqu yakhṭafu abṣārahum, kullamā aḍā`a lahum masyau fīhi wa iżā aẓlama ‘alaihim qāmụ, walau syā`allāhu lażahaba bisam’ihim wa abṣārihim, innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr
Artinya : Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ ۙ
21. yā ayyuhan-nāsu’budụ rabbakumullażī khalaqakum wallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn
Artinya : Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

الَّذِىۡ جَعَلَ لَـكُمُ الۡاَرۡضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً وَّاَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخۡرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزۡقًا لَّـكُمۡ‌ۚ فَلَا تَجۡعَلُوۡا لِلّٰهِ اَنۡدَادًا وَّاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
22. allażī ja’ala lakumul-arḍa firāsyaw was-samā`a binā`aw wa anzala minas-samā`i mā`an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum, fa lā taj’alụ lillāhi andādaw wa antum ta’lamụn
Artinya : (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

وَاِنۡ کُنۡتُمۡ فِىۡ رَيۡبٍ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلٰى عَبۡدِنَا فَاۡتُوۡا بِسُوۡرَةٍ مِّنۡ مِّثۡلِهٖ وَادۡعُوۡا شُهَدَآءَكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ
23. wa ing kuntum fī raibim mimmā nazzalnā ‘alā ‘abdinā fa`tụ bisụratim mim miṡlihī wad’ụ syuhadā`akum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn
Artinya : Dan jika kamu meragukan (Al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا وَلَنۡ تَفۡعَلُوۡا فَاتَّقُوۡا النَّارَ الَّتِىۡ وَقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ  ۖۚ اُعِدَّتۡ لِلۡكٰفِرِيۡنَ
24. fa il lam taf’alụ wa lan taf’alụ fattaqun-nārallatī waqụduhan-nāsu wal-ḥijāratu u’iddat lil-kāfirīn
Artinya : Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

وَبَشِّرِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ‌ؕ ڪُلَّمَا رُزِقُوۡا مِنۡهَا مِنۡ ثَمَرَةٍ رِّزۡقًا ‌ۙ قَالُوۡا هٰذَا الَّذِىۡ رُزِقۡنَا مِنۡ قَبۡلُ وَاُتُوۡا بِهٖ مُتَشَابِهًا ‌ؕ وَلَهُمۡ فِيۡهَآ اَزۡوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ ‌ۙ وَّهُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ
25. wa basysyirillażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, kullamā ruziqụ min-hā min ṡamaratir rizqang qālụ hāżallażī ruziqnā ming qablu wa utụ bihī mutasyābihā, wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidụn
Artinya : Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسۡتَحۡـىٖۤ اَنۡ يَّضۡرِبَ مَثَلًا مَّا ‌بَعُوۡضَةً فَمَا فَوۡقَهَا ‌ؕ فَاَمَّا ‌الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا فَيَعۡلَمُوۡنَ اَنَّهُ الۡحَـقُّ مِنۡ رَّبِّهِمۡ‌ۚ وَاَمَّا الَّذِيۡنَ ڪَفَرُوۡا فَيَقُوۡلُوۡنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهٖ ڪَثِيۡرًا وَّيَهۡدِىۡ بِهٖ كَثِيۡرًا ‌ؕ وَمَا يُضِلُّ بِهٖۤ اِلَّا الۡفٰسِقِيۡنَۙ
26. innallāha lā yastaḥyī ay yaḍriba maṡalam mā ba’ụḍatan fa mā fauqahā, fa ammallażīna āmanụ fa ya’lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa ammallażīna kafarụ fa yaqụlụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, yuḍillu bihī kaṡīraw wa yahdī bihī kaṡīrā, wa mā yuḍillu bihī illal-fāsiqīn
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,

الَّذِيۡنَ يَنۡقُضُوۡنَ عَهۡدَ اللّٰهِ مِنۡۢ بَعۡدِ مِيۡثَاقِهٖ وَيَقۡطَعُوۡنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنۡ يُّوۡصَلَ وَيُفۡسِدُوۡنَ فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
27. allażīna yangquḍụna ‘ahdallāhi mim ba’di mīṡāqihī wa yaqṭa’ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍ, ulā`ika humul-khāsirụn
Artinya : (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

كَيۡفَ تَكۡفُرُوۡنَ بِاللّٰهِ وَڪُنۡتُمۡ اَمۡوَاتًا فَاَحۡيَاکُمۡ‌ۚ ثُمَّ يُمِيۡتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيۡكُمۡ ثُمَّ اِلَيۡهِ تُرۡجَعُوۡنَ
28. kaifa takfurụna billāhi wa kuntum amwātan fa aḥyākum, ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum ṡumma ilaihi turja’ụn
Artinya : Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

هُوَ الَّذِىۡ خَلَقَ لَـكُمۡ مَّا فِى الۡاَرۡضِ جَمِيۡعًا ثُمَّ اسۡتَوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ فَسَوّٰٮهُنَّ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ‌ؕ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ
29. huwallażī khalaqa lakum mā fil-arḍi jamī’an ṡummastawā ilas-samā`i fa sawwāhunna sab’a samāwāt, wa huwa bikulli syai`in ‘alīm
Artinya : Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ
30. wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā’ilun fil-arḍi khalīfah, qālū a taj’alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā`, wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak, qāla innī a’lamu mā lā ta’lamụn
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

وَعَلَّمَ اٰدَمَ الۡاَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ فَقَالَ اَنۡۢبِــُٔوۡنِىۡ بِاَسۡمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ‏
31. wa ‘allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma ‘araḍahum ‘alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn
Artinya : Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!"

قَالُوۡا سُبۡحٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَا ؕ اِنَّكَ اَنۡتَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡمُ
32. qālụ sub-ḥānaka lā ‘ilma lanā illā mā ‘allamtanā, innaka antal-‘alīmul-ḥakīm
Artinya : Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

قَالَ يٰٓـاٰدَمُ اَنۡۢبِئۡهُمۡ بِاَسۡمَآٮِٕهِمۡ‌ۚ فَلَمَّآ اَنۡۢبَاَهُمۡ بِاَسۡمَآٮِٕهِمۡۙ قَالَ اَلَمۡ اَقُل لَّـكُمۡ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ غَيۡبَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۙ وَاَعۡلَمُ مَا تُبۡدُوۡنَ وَمَا كُنۡتُمۡ تَكۡتُمُوۡنَ
33. qāla yā ādamu ambi`hum bi`asmā`ihim, fa lammā amba`ahum bi`asmā`ihim qāla a lam aqul lakum innī a’lamu gaibas-samāwāti wal-arḍi wa a’lamu mā tubdụna wa mā kuntum taktumụn
Artinya : Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?"

وَاِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡٓا اِلَّاۤ اِبۡلِيۡسَؕ اَبٰى وَاسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ الۡكٰفِرِيۡنَ
34. wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs, abā wastakbara wa kāna minal-kāfirīn
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.

وَقُلۡنَا يٰٓـاٰدَمُ اسۡكُنۡ اَنۡتَ وَزَوۡجُكَ الۡجَـنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوۡنَا مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ
35. wa qulnā yā ādamuskun anta wa zaujukal-jannata wa kulā min-hā ragadan ḥaiṡu syi`tumā wa lā taqrabā hāżihisy-syajarata fa takụnā minaẓ-ẓālimīn
Artinya : Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zhalim!"

فَاَزَلَّهُمَا الشَّيۡطٰنُ عَنۡهَا فَاَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيۡهِ‌ وَقُلۡنَا اهۡبِطُوۡا بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ ۚ وَلَـكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ مُسۡتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلٰى حِيۡنٍ
36. fa azallahumasy-syaiṭānu ‘an-hā fa akhrajahumā mimmā kānā fīhi wa qulnahbiṭụ ba’ḍukum liba’ḍin ‘aduww, wa lakum fil-arḍi mustaqarruw wa matā’un ilā ḥīn
Artinya : Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنۡ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيۡهِ‌ؕ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ‏
37. fa talaqqā ādamu mir rabbihī kalimātin fa tāba ‘alaīh, innahụ huwat-tawwābur-raḥīm
Artinya : Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

قُلۡنَا اهۡبِطُوۡا مِنۡهَا جَمِيۡعًا ‌‌ۚ فَاِمَّا يَاۡتِيَنَّكُمۡ مِّنِّىۡ هُدًى فَمَنۡ تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَ
38. qulnahbiṭụ min-hā jamī’ā, fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa man tabi’a hudāya fa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn
Artinya : Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."

وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا وَكَذَّبُوۡا بِـاٰيٰتِنَآ اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ النَّارِ‌‌ۚ هُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ
39. wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn
Artinya : Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

يٰبَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ اذۡكُرُوۡا نِعۡمَتِىَ الَّتِىۡٓ اَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَاَوۡفُوۡا بِعَهۡدِىۡٓ اُوۡفِ بِعَهۡدِكُمۡۚ وَاِيَّاىَ فَارۡهَبُوۡنِ
40. yā banī isrā`īlażkurụ ni’matiyallatī an’amtu ‘alaikum wa aufụ bi’ahdī ụfi bi’ahdikum, wa iyyāya far-habụn
Artinya : Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja.

وَاٰمِنُوۡا بِمَآ اَنۡزَلۡتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمۡ وَلَا تَكُوۡنُوۡآ اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهٖ‌ وَلَا تَشۡتَرُوۡا بِاٰيٰتِىۡ ثَمَنًا قَلِيۡلًا وَّاِيَّاىَ فَاتَّقُوۡنِ
41. wa āminụ bimā anzaltu muṣaddiqal limā ma’akum wa lā takụnū awwala kāfirim bihī wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlaw wa iyyāya fattaqụn
Artinya : Dan berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku.

وَلَا تَلۡبِسُوا الۡحَـقَّ بِالۡبَاطِلِ وَتَكۡتُمُوا الۡحَـقَّ وَاَنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
42. wa lā talbisul-ḥaqqa bil-bāṭili wa taktumul-ḥaqqa wa antum ta’lamụn
Artinya : Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.

وَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارۡكَعُوۡا مَعَ الرّٰكِعِيۡنَ
43. wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka’ụ ma’ar-rāki’īn
Artinya : Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.

اَتَاۡمُرُوۡنَ النَّاسَ بِالۡبِرِّ وَتَنۡسَوۡنَ اَنۡفُسَكُمۡ وَاَنۡتُمۡ تَتۡلُوۡنَ الۡكِتٰبَ‌ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ‏
44. a ta`murụnan-nāsa bil-birri wa tansauna anfusakum wa antum tatlụnal-kitāb, a fa lā ta’qilụn
Artinya : Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?

وَاسۡتَعِيۡنُوۡا بِالصَّبۡرِ وَالصَّلٰوةِ ‌ؕ وَاِنَّهَا لَكَبِيۡرَةٌ اِلَّا عَلَى الۡخٰشِعِيۡنَۙ
45. wasta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāsyi’īn
Artinya : Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

الَّذِيۡنَ يَظُنُّوۡنَ اَنَّهُمۡ مُّلٰقُوۡا رَبِّهِمۡ وَاَنَّهُمۡ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَ
46. allażīna yaẓunnụna annahum mulāqụ rabbihim wa annahum ilaihi rāji’ụn
Artinya : (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

يٰبَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ اذۡكُرُوۡا نِعۡمَتِىَ الَّتِىۡٓ اَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَاَنِّىۡ فَضَّلۡتُكُمۡ عَلَى الۡعٰلَمِيۡنَ
47. yā banī isrā`īlażkurụ ni’matiyallatī an’amtu ‘alaikum wa annī faḍḍaltukum ‘alal-‘ālamīn
Artinya : Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).

وَاتَّقُوۡا يَوۡمًا لَّا تَجۡزِىۡ نَفۡسٌ عَنۡ نَّفۡسٍ شَيۡـًٔـا وَّلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٌ وَّلَا هُمۡ يُنۡصَرُوۡنَ
48. wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun ‘an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā syafā’atuw wa lā yu`khażu min-hā ‘adluw wa lā hum yunṣarụn
Artinya : Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.

وَاِذۡ نَجَّيۡنٰکُمۡ مِّنۡ اٰلِ فِرۡعَوۡنَ يَسُوۡمُوۡنَكُمۡ سُوۡٓءَ الۡعَذَابِ يُذَبِّحُوۡنَ اَبۡنَآءَكُمۡ وَيَسۡتَحۡيُوۡنَ نِسَآءَكُمۡ‌ؕ وَفِىۡ ذٰلِكُمۡ بَلَاۤءٌ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ عَظِيۡمٌ
49. wa iż najjainākum min āli fir’auna yasụmụnakum sū`al-‘ażābi yużabbiḥụna abnā`akum wa yastaḥyụna nisā`akum, wa fī żālikum balā`um mir rabbikum ‘aẓīm
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.

وَاِذۡ فَرَقۡنَا بِكُمُ الۡبَحۡرَ فَاَنۡجَيۡنٰکُمۡ وَاَغۡرَقۡنَآ اٰلَ فِرۡعَوۡنَ وَاَنۡتُمۡ تَنۡظُرُوۡنَ‏
50. wa iż faraqnā bikumul-baḥra fa anjainākum wa agraqnā āla fir’auna wa antum tanẓurụn
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan.

Surat Al-Fatihah (Arab dan Terjemahan Indonesia) Al-Qur'an

QS. Al-Fatihah (Pembukaan) 7 ayat 


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
2. al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
3. ar-raḥmānir-raḥīm
Artinya : Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
4. māliki yaumid-dīn
Artinya :  Pemilik hari pembalasan.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
5. iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn
Artinya : Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ
6. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Artinya : Tunjukilah kami jalan yang lurus

صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ
7. ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
Artinya : (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Bacaan Al Quran Terjemahan Bahasa Indonesia dan Download Audio MP3

Bacaan Al Quran Terjemahan Bahasa Indonesia MP3 adalah bacaan Al Quran yang berbentuk Audio (Mp3) dan di sertai terjemahanya atau artinya. Bila kalian ingin mendengarkan Al-Quran melalui Mp3 ini sanagat merekomendasikan untuk kalian.
Download Bacaan Al Quran Terjemahan Bahasa Indonesia MP3 :

Bacaan Al Quran Terjemahan Bahasa Indonesia dan Audio MP3, Kalin bisa dapatkan secara geratis dengan cara Download Audio Mp3 tersebut. Semoga bis bermanfaat buat kalia.

==== # ====
#ALQuran #Surah #SurahAlQuran #TerjemahanAlQuran #AudioMp3

Topics ALLAH, Quran, Indonesian, Terjemahnya, Translation, Samigah, Muhammed, islam, muslim, allah, god, quran, holyquran, holy quran, al quran, qur'an, al qur'an, coran, kuruan, koran, corano,koraani, islam, muslim, allah, arabic, trke,meal, der heilige Koran, islam, muslim, chinese al qur'an, el sagrado coran, japanese Kuruan, kerim, allah, qoran, le saint coran, il sacro corano, finnish koraani, alcoao sagrado, russian, poland, portugal, qur'ani tukufu, kitab suci al-quran, indonesian, malesian, meal, Jesus, christian, catholic, ateist, quran translation,download, free quran, quran sound,holy quran donwloads free,holly quran,religion,islamic religion,muslim religion,world religion,religion and spirituality, allahuekber, besmele, bismillah, bismillahirrahmanirrahim, mp3, video, moslem, islaam, Albislam, mohammed, muhammed, hz,isa, musa, ibrahim, death, afterlife, universe, mysticism, faith, dieu, got, belief, spirit, soul, hereafter, afterworld, beyond, iman, publication, spiritual,Jesus, mohammed, muhammed, islam, sufism, religion, deen, translation, arab, bible, christian, translation, good, islam, moon, god, christianity, ramadan, mercy, merciful, raheem, rahmaan, rahman quran, holyquran, holy quran, al quran, qur'an, al qur'an, coran, kuruan, koran, corano,koraani, qoran, kuran, islam, muslim, allah, arabic, trke,meal, der heilige Koran, islam, muslim, chinese al qur'an, el sagrado coran, japanese Kuruan, kerim, allah, god, le saint coran, il sacro corano, finnish koraani, alcoao sagrado, russian, poland, portugal, qur'ani tukufu, kitab suci al-quran, indonesian, malesian, meal, Jesus, christian, catholic, ateist

Apakah Al Quraan Itu ??


  • Arti Al Quran.

Apa arti Quraan dan apa yang dimaksud dengan Al Quraan. 
"Quraan" menurut bahasa berarti "Bacaan".
Di dalam Al Quraan sendiri ada pemakaian kata "Quraan" dalam arti demikian sebagai tersebut dalam ayat 17, 18 surat (75) Al Qiyaamah.
Arinya :  "Sesungguhnya mengumpulkan Al Quraan ( di dalam dadamu ) dan ( menetapkan ) bacaannya ( pada lidahmu )itu adalah tanggungan kami. ( karena itu  ), jika kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikut bacaanya".

Kemudian dipakai kata "Quraan" itu untuk Al Quraan yang dikenal sekarang ini. Adapun definisi Al Quraan ialah : " Kalam Allah s.w.t. yang merupakan mu'jizat yang diturunkan ( diwahyukan ) kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan membacanya adalah ibadah. 

Dengan definisi ini, Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi - nabi selain Nabi Muhammad s.a.w. , tidak dinamkan Al Quraan seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., atau Injil yang diturunkan kepada Nabi' Isa a.s. Demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang tidak dianggap membacannya sebagi ibadah , seprti Hadist Qudis, tidak pula dinamakan Al Quraan. 


  • Cara Cara Al Quraan diwahyukan.
Nabi Muhammad s.a.w. dalam hal menrima wahyu mengalami bermacam - macam cara dengan keadaan, di antarnya :
  1. Malaikat memasukan wahyu itu kedalam hatinya. Dalam hal ini Nabi s.a.w. tidak melihat seesuatu apapun, hanya beliu merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku", ( lihat surat (42) Asy Syuura ayat 51 ). 
  2. Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi. berupa seorang laki - laki yang menucapkan kata - kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar ankan kata - kata itu. 
  3. Wahyu datang kepada seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang - kadang pada keningnya berpancaran kringat, meski turunya wahyu itu di musim dingin. Kadang - kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tasabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Aku lihat Rasulullah ketika turunya wahyu itu seperti permata. Kemudian setelah selesai turunya wahyu, barulah beliau kembali' sepeti biasa".
  4. Malaikat menampakan diri pada Nabi, tidak berupa seorang laki - laki seprti kedadaan no. 2, tetapi benar benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al Quraan surat (53) An Najm ayat 13 dan 14.  Artinya : Sesungguhnya Muhammad melihatnya pada kali yang lain ( kedua ). Ketika ( ia berada ) di Sidratulmuntha.

  • Hikmah diturunkan Al Quraan secara berangsur - angsur.
Al Quraan diturunkan secara berangsur - angsur dalam massa 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hikmah Al Quraan diturunkan secara berangsur - angsur itu iyalah :
  1. Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksankan. Orang akan engan melaksanakaan suruhan, dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dari riwayat 'Aisyah  r.a. 
  2. Dantara ayat - ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh, sesaui denag kemasalahatan. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Quran diturunkan sekaligus. ( Ini menurt pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh ).
  3. Turunya sesuai ayat sesuai dengan peristiwa - peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati. 
  4. Memudahkan penghafalaan. Orang - orang musyrik yang telah menanyakan mengapa Al Quraan tidak diturunkan sekaligus, sebagiman tersebut dalam Al Quraan surat (25) Al Furqaan ayat 32, yaitu : "Mengapa Al Quraan kepadnya sekaligus ..... ??" Kemudain di jawab di dalam ayat itu sendiri : "Demikianlah, dengan ( cara ) begitu kami hendak menetapkan hatimu ".
  5. Di antara ayat - ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan satu pendapat atau perbuatan, sebagi dikatakan oleh Ibnu'Abbas r.a. Hal ini tidak dapat terlaksanakan kalau Al Quraan diturunkan sekaligus.

  • Ayat - Ayat Makkiyyah dan Madaniyyah.
Ditinjau dari segi masa turunya, maka Al Quraan itu dibagi atas dua golongan : 
  1. Ayat - ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah dinamakan ayat - ayat Makkiyyah.
  2. Ayat - ayat yang diturnkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah dinamakan ayat - ayat Madaniyyah.
Ayat - ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Quraan terdiri atas 86 surat, sedang ayat - ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Quraan terdiri atas 28 surat.

Perbedaan ayat - ayat Makkiyyah dengan ayat ayat Madaniyyah ialah :
  1. Ayat - ayat Makkiyyah pada umumnya pendek - pendek, sedang ayat - ayat Madniyyah panjang - panjang: surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Quraan ayat - ayatnya berjumlah 1.456, sedang surat Makkiyyah 4.780 ayat. Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali surat (60) Mumtahinah, ayat - ayatnya berjumlah 137; sedang Juz 29 ialah Makkiyyah kecuali surat (76) Adhar, ayat - ayat berjumlah 431. Surat Al Anfaal dan Surat Asy Syu'araa masing - masing merupakan setengah Juz tetapi yang pertama Madniyyah dengan ayatnya yang berjumlah 227.
  2. Dalam surat - surat Madaniyyah terdapat perkataan "ya ayyuhalladzina aamanu" dan sedikit sekali terdapat perkataan "ya Ayyuhannaas", sedang dalam surat - surat Makkiyyah adalah sebaliknya.
  3. Ayat - ayat Makkiyyah pada umumnya menggandung hal - hal yang berhubungan dengan keimanaan, ancaman dan pahala, kisah kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti; sedang Madaniyyah mengandung hukum - hukum, baik yang bergunungan dengan hukum adat atau hukum - hukum duniawi., seprti hukum kemasyrakatan, hukum ketatanegaraan, hukum perang, hukum internasional, hukum antar agama dan lain - lain. 

  • Nama nama Al Quraan.
Allah memberikan nama Kitab-Nya dengan Al Quraan, yang berarti "bacaan" Arti ini dapat kita lihat dalam surat (75) Al Qiyaamah; ayat 17 dan 18 sebagi nama tersebut di atsa.
Nama ini dibuatkan oleh ayat - ayat yang terdapat dalam surat (17) Al Israa' ayat 88; suraT (2) Al Baqarah ayat 85; surat (15) Al Hijr ayat 87; surat (20) Thaaha ayat 2; surat (27) An Nama ayat 6; surat (46) Ahqaaf ayat 29; surat (56) Al Waaqi'ah ayat 77; surat (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23. 
Menurut pengertian ayat - ayat di atas Al Quraan itu dipaki sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Selain Al Quraan, Allah juga memebri beberapa nama lain bagi Kitab-Nya. seperti :
  1. Al Kitaab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al Quraan, sebagimana tersebut dalam surat (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya: "Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya......" Lihat Pula surat (6) Al An'aam ayat 114.
  2. Al Furqaan: 'Al Furqaan" artinya: "Pembeda", ialah "yang membedakan yang benera dan yang batil", sebagi tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: Maha Agung (Allah) yang teralah menurunkan Al Furqaan, kepada hamba-Nya, agar iya menjadi peringatan kepada seluruh alam". 
  3. Adz-dzikr: artinya; "peringatan", sebagimana yang tersebut dalam surat (15) Al Hijr ayat 9 yang artiny: "Sesungguhnya kamilah yang menurunkan "Adz-dzikr" dan kamilah penjaganya". lihat pula surat (16) An Nahi ayat 44. 
Dari nama yang empat tersebuat di atas, yang paling mansyur dan merupakan nama khas ialah "Al Auraan".
Selain dari nama - nama yang empat itu ada lagi beberapa nama bagi Al Quraan.


  • Surat - surat dala Al Quraan
Jumlah surat yang terdapat dalam Al Quraan ada 114; nama - namanya dan batas - batsa tiap - tiap surat, susunan ayat - ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah sendiri (taufiq).
Sebagian dari surat - surat Al Quraan mempunyai satu nama, dan sebagi yang lain mempunyai lebih dari satu nama, sebagimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap - tiap surat.
Surat - surat yang ada dalam Al Quraan dari segi panjang dan pendeknya terbagi menjadi 4 bagian yaitu :
  1. ASSAB'UTHTHIWAAL, dimaksudkan tuju surat yang panjang, yaitu : Al Baqarah, Ali Imran, An Nisa, Al A'raaf, Al An'aam, Al Maa-idah dan Junus.
  2. AL MIUUN, dimaksudkan surat surat yang berisi kira - kira seratus ayat lebih, seprti: Hud, Yusuf, Mu'min dsb.
  3. AL MATSAANI, dimaksudkan surat - surat yang berisi kurang dari seratus ayat: Al Anfaal, Al Hijr dsb.
  4. AL MUFASHSHAL, dimaksud surat - surat pendek, seprti : Adhdhuha, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas dsb.
  • Huruf - huruf Hijaayyah yang ada pada permulaan surat
Di dalam Al Quraan terdapat 29 surat, yang dimulai dengan huruf - huruf hijayyah yaitu pada surat - surat:  
1 Al Baqarah  11 Thaaha 21 Al Mu'min
2 Ali Imran   12 Asy Syu'araa 22 Fushshilt
3 Al Ar'aaf 13 An Naml 23 Asy Syuuraa
4 Yunus 14 Al Qashash 24 Az Zukhruf
5 Hud 15 Al Ankabuut 25 Ad Dukhaan
6  Yusuf 16 Ar Ruum 26 Al Jaatsiyah
7 Ar Ra'ad 17 Lukman 27 Al Ahqaaf
8 Ibrahim 18 As Sajdah 28 Qaaf
9 Al Hijr 19 Yasin 29 Al Qalam ( Nuun )
10 Mariyam 20 Shaad

Huruf - huruf hijaayyah yang terdapat pada permulaan tiap tiap surat tersebut diatas, dinamakan "Fawaatihushashuwar" artinya pembukaan surat - surat.
Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama' Tafsir tentang arti dan maksud huruf - huruf hujaayyah itu, selanjutnya lihat not 10, halaman 8 ( Terjemah ).


  • Pembagian Al Quraan
Sejak zaman sahabat sudah ada pembagian Al Quraan menjadi 1/2, 1/3 1/5, 1/7, 1/9 dan sebaginya. tetapi hanya sekedar untuk hafalan dan amalan dalam tiap - tiap sehari semalam atau di dalam sembhayang, dan tidak ditulis di dalam Al Quraan atau di pinggirnya. Barulah pada masa Al Hajjaj bin Jusuf Ats Tsaqaf diadakan penulisan di dalam atau di pinggir Al Quraan dan ditambah dengan istilah istilah baru.
Salah satau cara pembagian Al Quraan itu, iyalah dibagi menjadi 30 Juz, 114 surat, 60 hizb.
Tiap - tiap satu surat ditulis namanya dan ayat - ayatnya, dan tiap tiap hizb di tulis sebelah pinggrinya yang menerangkan: hizb pertama, kedua dan seterusnya.
Dan tiap - tipa satu hizb dibagi 4 :
  1. Tanda 1/4
  2. Tanda 1/2
  3. Tanda 3/4
Bagian cara inilah yang dipaki oleh ahli - ahli Qiraat Mesir, dan atas dasar itu pulalah percetakan Amiriyah milik pemerintah Mesir mencetak Al Quraan semenjak tahun 1337 Hijrah sampai sekarang, di bawah pengawasan pula guru besar Al Azhar.
Al Quraan terdiri atas 114 surat dan dibagi menjadi 30 Juz terdiri atas 554 ruku'.

Ayat Ayat Makkiyah dan ayat ayat Madaniyyah

Di tinjau dari masa turunya, maka Al Quraan di bagi atas dua golongan :
  1. Ayat ayat yang di turunkan di Makkah atau sebelum Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke madianah dinamakan ayat ayat Makkiyyah.
  2. Ayat ayat yang diturunkan di Madinah atau sedudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Madinah dinamakan ayat ayat Madaniyyah.
  3. Ayat ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Quraan terdiri dari 86 surat, sedang ayat ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Quraan terdiri atas 28 surat.
Perbedaan ayat ayat Makkiyah dan ayat ayat Madaniyyah iyalah :
  1. Ayat ayat Makkiyyah pada umumnya pendek pendek, sedang ayat ayat Madaniyyah panjang panjang; Surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Quraan ayat ayatnya berjumlah 1.456, sedang surat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al Quraan jumlah ayat ayatnya 4.780 ayat . juz 28 seluruhnya Madaniyyah keculai surat ( 60 ) Mumtahinah, ayat ayatnya berjumalah 137; sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali surat ( 76 ) addarh, ayat ayat yang berjumlah 431. Surat Anfaal dan surat Asy Syu’araa masing masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75, sedang yang kedua Makkiyyah dengan ayatnya yang berjumlah 227.
  2. Dalam surat surat Madaniyyah terdapat perkataan “ Ya ayyuhallazina aamanu “ dan sedikit sekali terdapat perkataan  “ Ya ayyuhaanns “, sedang dalam surat surat Makkiyyah adalah sebaliknya.
  3.  Ayat ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, kiasan kiasan umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti; sedang mandaniyyah mengandung hukum hukum, baik yang berhubungan dengan hukum adat atau huku hukum duniawi, seperti hukum kemasyarakatan, hukum ketatanegaraan, hukum perang, hukum ineternasional, hukum antar agama dan lain – lain.


Copyright :
  1. Prof. T.M. Hasbi Ashshiddiq.
  2. Prof. H. Bustami A. Gani
  3. Prof. H. Muchtar Jahya.
  4. Prof. H.M. Toha Jahya Omar.
  5. Dr. H.A Mukti Ali.
  6. Drs. Kamal Muchtar.
  7. H. Gazali Thaib.
  8. K.HA. Musaddad.
  9. K.H. Ali Maksum.
  10. Drs. Busjairi Madjidi
Bila artikel yang saya ketik ini kurang atau ada hal lain mohon untuk memberi masukan di komentar agar saya akan memperbaikinya.