Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Thaharah (bersuci) : Macam-Macam Najis Menurut Islam

Pembahasan tentang Najis menurut islam. Macam macam najis dan cara menghilangkan najir sesui islam
Anangzd.com - Apa itu Najis adalah haram untuk dimakan secara mutlak (kecuali dalam keadaan terpaksa) bukan karena menjijikan, seperti bangkai, darah, kotoran hewan, dan yang lainya. Orang islam sangat mengutamakan kebersihan, terutama bila terkena najis.

Saat kita masih terkena "Najis" lalu melaksanakan shalat maka tidak sah dihadapan Allah swt. Pentingnya tidak najis seorang muslim, agar diri terjaga dari kebersihanya dan kesucian.

najis.png
Menghilangkan Najis Anjuran Islam
Untuk lebih jelasnya kalian bisa baca artikel tentang najis menurut agama islam, baca dibawah ini.

NAJIS MENURUT ISLAM

7 MACAM-MACAM NAJIS

Najis adalah suatu benda yang kotor menurut syara', misalnya:
  1. Darah
  2. Nanah 
  3. Bangkai, Kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang
  4. Anjing dan babi
  5. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur
  6. Minuman keras, seperti arak dan sebagainya.
  7. Bagian anggota binatang yang terpisah dari tubuhnya karena dipotong dan sebagainya selagi masih hidup.

PEMBAGIAN NAJIS

Najis dibagi menjadi tiga bagian :

1. Najis Mukhaffafah (ringan)
Arti Najis Mukhaffafah (ringan) adalah air kencing bayi laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan sesuatu kecuali air susu ibunya.

2. Najis Mutawassithah (sedang)
Arti Najis Mutawassithah (sedang) adalah segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, seperti air madzi (mani yang cair), barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai manusia, ikan dan belalang.

Najis mutawassithah dibagi menjadi 2 bagian:
a). Najis 'ainiyah adalah najis yang berujud (nampak dan dapat dilihat)
b). Najis hukmiyah adalah najis yang tidak kelihatan bendanya, seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan sebagainya.

3. Najis Mughallazhah (berat)
Arti Najis Mughallazhah (berat) adalah najis anjing, babi dan keturunannya.

3 CARA MENGHILANGKAN NAJIS

1. Barang yang kena Najis Mukhaffafah, cukup diperciki air pada tempat yang kena najis.

2. Barang yang kena Najis Mutawassithah, dapat di sucikan dengan cara dibasuh 1 kali asal sifat-sifat najisnya (warna, rasa dan baunya) itu hilang. Akan lebih baik lagi apabila dibasuh dengan 3 kali siraman. Apabila terkena Najis hukmiyah adalah najis yang tidak terlihat wujudnya, namun masih berhukum najis, misal air kencing yang sudah kering. Cukup dialiri air saja pada najis tersebut.

3. Barang yang kena Najis Mughallazhah, seperti dijilat anjing atau babi, harus dibasuh 7 kali dan salah satu di antaranya dengan air yang bercampur tanah.

NAJIS YANG DIMAAFKAN (MA'FU)

Najis yang dimaafkan artinya tak usah dibasuh/dicuci, misalnya najis bangkai yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang cuma sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit dan sukar meng-hindarkannya.

Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku, dan ia mati di dalamnya, maka yang dibuang itu cukup makanan atau minyak yang dikenainya saja. Sedang yang lainnya boleh dipakai kembali. Tetapi bila makanan atau minyak yang terkena itu cair, maka hukumnya najis. Karena tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak terkena najis.

ISTINJA

Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, seperti kencing dan berak, wajib disucikan dengan air hingga bersih. Atau dengan tiga buah batu selagi kotoran itu belum kering atau tidak mengenai tempat lain. Tetapi jika kotoran itu sudah kering atau mengenai tempat lain, maka tidak sah istinja dengan batu.

6 ADAB BUANG AIR

1. Jangan membawa atau membaca Al Qur'an
2. Jangan di tempat yang terbuka
3. Jangan di tempat yang dapat mengganggu orang lain
4. Jangan buang air di atas air yang tenang
5. Jangan bercakap-cakap kecuali keadaan memaksa
6. Kalau terpaksa buang air di tempat terbuka, jangan menghadap kiblat

Agama Islam Islam Najis
Join the conversation
Post a Comment