Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Alasan Manusia di Takdirkan Saling Menyalahkan

Perjalanan hidup manusia yang di takdirkan saling menyalahkan dan cara mengatasi persoalan.
Judul          : Alasan Manusia di Takdirkan Saling Menyalahkan
Penulis       : Kang Kenong
Editor         : Mul Kacip
Jenis Crita : Fiksi

Cerita yang saya buat bersifat Fiksi (imajinasi), di mohon pembaca tidak terbawa ke dalam suasana cerita. Tulisan cerita bersifat informasi dan bacaan ringan untuk pengetahuan.


Selamat membaca,

Manusia adalah makhluk penghuni bumi yang di ciptkan tuhan menurut agama Nya masing-masing. Manusia terbagi menjadi dua jenis yaitu pria dan wanita, dengan bentuk berbeda-beda dan memiliki fikiran berbeda-beda. Jangan terkejut ketika tingkah manusia tiba-tiba berubah disebakan oleh suasana, kondisi orang tersebut, perubahan diri.

Dengan tiga hal diatas manusia mampu menyelesikan persoalan dan penylesaian tujuan yang ingin dicapai. Kita hanya mensupport dengan hal-hal baik seperti ajakan, bersantai, menyelesikan seusatu. Jika ia tetap diam biarkan saja, dengan alasan sedang di fase nyaman menurutnya. Kita mengikuti saja dan lakukan aktivitas seperti biasa.

Apakah orang itu marah dengan kita ?

Sangat sulit untuk menjelaskan jawaban “Iya” atau “Tidak”. Untuk mengetahui orang marah serius pada kita, yakni ada dua:
  1. Orang yang marah dengan kita biasanya acuh tak acuh atau mungkin diam lalu pergi tidak menangapi.
  2. Jika orang sedang marah dengan kita biasanya ia mengumbar tentang profil dan aktivitas yang sedang di lakukan (keburukan).

Bagimana cara mengatasi orang yang sedang marah dengan kita ?

Lakukan aktivitas seperti biasa, jangan mengobroal tentang si orang marah tersebut, ajak melakukan penyelesaian sesuatu bersama-sama yang terakir adalah kita harus berfikir baik dan selalu berbuat baik terus menerus.

Inti Cerita

Di kutip dari judul ini “Alasan Manusia di Takdirkan Saling Menyalahkan”. Manusia dari jaman dulu diciptakan tidak sempurna atau dapat dikatakana selalu membuat dan menyelesikan permasalahan. Jangan heran kalau sering menjumpai hal-hal tersebut.

Pernahkah kalian berfikir adanya Tuhan dan Iblis yang sering dibahas dalam setiap Agama. Saya tidak akan mebahas panjang lebar tentang agama.

Dengan adanya Tuhan, ketika kita sedang menghadapi masalah atau sedang dalam fase yang menyerah Tuhan lah yang ada dalam diri kita. Percaya tidak percaya berdoa kepada tuhan itu memang membuat diri kita bisa tenang dan mempu menghadapi secara perlahan-lahan.

Manusia ditakdirkan selalu marah kepada manusia atau manusia ditakdirkan saling menyalahkan antar satu sama lain agar Tuhan berguna untuk penylesaian problem yang sedang di hadapi.

Lihat sejarah tentang pendiri Agama kita dahulu, apakah sama halnya yang kita hadapi saat ini, pastinya “ia”. Nah disinilah Tuhan mulai berperan penting untuk kita.

Dan akhirnya manusia di ciptakan salaing menyalahkan dan membuat onar. Manusia memiliki cara berfikir masing-masing.

Jika diri kita sudah di fase yang rendah atau sudah tidak berdaya dalam menyelesaikan persoalan sesuai agama kita, untuk melaksanakan berserah diri kepada Tuhan; tawakal, iqtiar, ikhlas, berserah diri, bersusha menjadi manusia sempurna.

Saat kita mendekatkan diri kepada Tuhan harus memulai dengan sabar dan ikhlas yang artinya kita tidak meminta imbalan kepada Tuhan, tetapi kita melakukan semua ini dari “hembusan nafas”. Hembusan itu terkumpul dari rasa fikiran, rasa hati, rasa lelah/persolan tersebut.

Mendekatkan diri kepada Allah itu tidak mudah, tapi aku percaya kamu bisa. Lakukan dengan sebaik mungkin semua karena Tuhan Mu.

Penutup

Itulah cerita fiksi yang saya buat, bersumber dari logika berjudul “Alasan Manusia di Takdirkan Saling Menyalahkan”.



Terima kasih sudah membaca tulisan ini.
Cerita Fiksi
Join the conversation
Post a Comment