Analisis dan Desain Sistem

Analisis dan Desain Sistem

1. Analisis Sistem
Menurut (Octaviani, 2010) analisis sistem adalah sebuah proses penelaahan sebuah sistem informasi dan membaginya ke dalam komponen- komponen penyusunnya untuk kemudian dilakukan peneitian sehingga diketahui permasalahan-permasalahan serta kebutuhan-kebutuhan yang akan timbul, sehingga dapat dilaporkan secara lengkap serta diusulkan perbaikan-perbaikan pada sistem tersebut.

A. Tahap-tahap dalam Analisis Sistem:
1. Identifikasi masalah yang ada pada sistem informasi tersebut
2. Memahami cara kerja sistem
3. Melakukan analisis
4. Melaporkan hasil analisis sistem

B. Alat Bantu Analisis Sistem
Untuk memudahkan analisis sistem maka diperlukan sebuah alat bantu yaitu Flow of Document atau sering disebut sebagai Document Flowchart. Document Flowchart menggambarkan aliran data dan informasi antar bagian dalam sebuah proses bisnis.

2 Desain Sistem
Desain sistem bertujuan untuk memperbaiki kekurangan atau masalah-masalah yang ada pada. Seperti halnya analisis sistem, desain sistem juga memerlukan adanya alat bantu. Alat bantu tersebut adalah sebagai berikut:

A. System Flowchart
System flowchart secara umum sama dengan Document Flowchart, namun System flowchart lebih menekankan pada gambaran tentang aliran input, prosedur pemrosesan, dan output yang dihasilkan oleh sistem. Simbol-simbol flowchart dapat dikategorikan ke dalam empat bagian, yaitu simbol input/output, proses, penyimpanan, dan lainnya (Soeherman & Pontoan, 2008). Berikut simbol-simbol flowchart yang biasa digunakan:

1. Simbol Start/End
Gambar menunjukkan simbol mulai dan selesainya flowchart
Gambar  Simbol Start/End







2. Simbol Dokumen
Gambar menunjukkan simbol dokumen input dan output.
Gambar Simbol Dokumen








3. Simbol Proses Manual
Gambar menunjukkan simbol proses yang dikerjakan secara manual.
Gambar Simbol Proses Manual







4. Simbol Pilihan (Decision)
Gambar menunjukkan simbol suatu pemilihan proses pada suatu kondisi.
Gambar Simbol Decision









5. Simbol Input Data
Gambar menunjukkan simbol proses memasukkan data.
Gambar Simbol Input Data







6. Simbol Display
Gambar menunjukkan simbol tampilan sistem
Gambar Simbol Display







7. Simbol Proses Komputer
Gambar menunjukkan simbol proses yang dilakukan oleh sistem.
Gambar Simbol Proses Komputer









8. Simbol Proses Manual
Gambar menunjukkan simbol proses yang dilakukan secara manual.
Gambar Simbol Proses Manual







9. Simbol Database
Gambar menunjukkan simbol sebuah database.
Gambar Simbol Database








10. Simbol Konektor Antar Halaman
Gambar menunjukkan simbol penguhubung antar halaman.
Gambar Simbol Konektor Antar Halaman








11. Simbol Connecting Line
Gambar menunjukkan penghubung antar simbol
Gambar Simbol Connecting Line








B. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan desain informasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. Data Flow Diagram dapat digunakan untuk menyajikan sebuah sistem atau perangkat lunak pada tiap tingkat abstraksi. Data Flow Diagram memberikan suatu mekanisme bagi pemodelan fungsional dan pemodelan aliran informasi (Fatta, 2009). Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada DFD:

1. Simbol External Entity
Gambar Simbol External Entity







2. Simbol Proses
Gambar menunjukkan simbol pengolahan input menjadi output.
Gambar Simbol Proses







3. Data Store
Gambar menunjukkan simbol tempat penyimpanan data.
Gambar Simbol Data Store







4. Simbol Connecting Line
Simbol yang menggambarkan aliran data.
Gambar Simbol Connecting Line








C. Conceptual Data Model (CDM)

Menurut (Siswoutomo, 2006) CDM mempresentasikan struktur logika database dimana tidak CDM tidak tergantung pada software dan struktur penyimpanan data apapun. Model konseptual ini sering berisi objek-objek yang belum diimplementasikan dalam database secara fisik. CDM memberikan representasi formal dari kebutuhan data untuk aktivitas enterprise dan bisnis. Aturan CDM sebagai berikut:
  1. Mempresentasikan pengorganisasian data dalam format grafis.
  2. Memverifikasi validasu desain data.
  3. Menghasilkan Physical Data Model (PDM) di mana menspesifikasikan implementasi secara fisik pada database.

D. Physical Data Model (PDM)
Menurut (Siswoutomo, 2006) PDM menspesifikasikan implementasi secara fisik pada database. Dengan PDM, harus dipertimbangkan secara detil implementasi fisik. Hal lain yang harus dilakukan adalah memperhitungkan target software mupun data storage. PDM mengikuti aturan-aturan sebagai berikut:
  1. Mempresentasikan pengorganisasian data secara fisik dalam format grafis.
  2. Menghasilkan script pembuat dan pemodifikasi database.
  3. Mendefinisikan referential integrity triggers and constraints.

0 Comments:

Post a Comment