Materi Kepramukaan Siaga dan Materi Permainan Pramuka siaga

Materi Kepramukaan Siaga

1. Perkemahan Sehari ( Persari )
Perkemahan sehari merupakan kegiatan di luar ruangan (outdoor) yang lebih condong melakukan kegiatan di alam bebas,berhubung masih siaga untuk perkemahan hanya memakan waktu sehari saja, di kegiatan ini para anggota pramuka siaga dikenalkan kegiatan mengenal alam dan kekompakan.

2. Darmawisata
Dalam materi ini para anggota pramuka siaga ajak menuju tempat wisata sebagai ajang liburan dan menambah wawasan. Setelah itu para anggota siaga dapat memaparkan apasaja yang telah diperoleh dari hasil perjalanannya selama berdarmawisata. Diajarkan rasa peduli sesama dan cinta terhadap kekayaan alam serta budayannya.

3. Karnaval
Pramuka siaga dapat menampilkan pawai atau ajang pamer dari hasil kreativitasnya yang sebelumnya telah diajarkan terlebih dahulu bagaimana membuat suatu barang seni atauyang bermanfaat.
4. Permainan Bersama
Para anggota pramuka siaga dikumpulkan dan dikondisikan dalam suatu permainan yangdapat dilakukan secara bersama-sama.
5. Pentas Seni dan Budaya
Materi pramuka siaga ini menampilkan hasil dari latihan dalam bidang seni budaya,diharapkan para siaga dapat menunjukkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dantidak terlindas oleh budaya luar.

6. Pameran Siaga
Anggota siaga dikondisikan memamerkan hasil karyanya baik individu maupun kelompok yang dapat diliahat secara umum, hal ini menunjukkan bahwa pramuka siaga juga dapat memberikan kontribusi yang positif sehingga kelak dapat membuat suatu karya yang lebih bagus dengan kemampuan yang telah diasah.

Materi Permainan Pramuka siaga

1. BINTANG BERPINDAH
A. Posisi awal : Lingkaran besar.
B. Aturan bermain : Anak-anak bergandengan dua-dua, muka belakang rapat, jarak pasangan satu dengan yang lain 3 m. seorang dari regu A dan regu B menjadi bintang yang pindah. Ke dua anak ini siap di tengah lingkaran. Satu dengan yang lain jaraknya 3 m. Dengan aba-aba dari Pembina, B berlari menempel salah satu pasangan di depannya. A mengejar dan menepuk B, sebelum menempel pada salah satu pasangan. Bila B menempel pada salah satu pasangan sebelum kena, maka anak yang di belakang yang di temple bharus lari dan pindah menempel di depan pasangan lain. 
Demikian seterusnya. Bila yang lari kena tepuk, maka mereka mejadi pasangan bintang baru. Pembina menunjuk lagi 2 orang, 1 dari regu C dan satu lagi dari regu D, untuk menjadi bintang yang akan kejar-kejaran. Permainan diteruskan bila anak yang di kejarterlalu jauh meninggalkan lingkaran, di anggap telah kena tepuk.
C. Penilaian : anak yang dapat menepuk mendapat angka 1, yang di tepuk nilaunya kurang 1. Regu yang mendapat nilai terbanyak menang.

2. LARI LIPAN 
Posisi awal : perlombaan, di depan tiap barung / regu dipancangkan tongkat dengan jarak10 m. Aturan bermain : tiep barung/ regu anak-anaak berpegang erat dengan anak depannya,danggan cara memeluluk pada perutnya , menyerupai lipan. Dengan aba dari Pembina lipan itu cepat-cepat lari menuju tongkat di depannya dan berputar mengelilingi tongkat kembali ketempat semula dan berbaris rapi. 
Penilaian : Barung / regu berbaris rapi lebih dahulu yang menang.

3. TAWON DENGAN BUNGA
Posisi awal : Lingkaran kecil. Anggota barung / regu tersebar tidak berkumpul menjadi satu, semua jongkok bergandengan erat. Seorang di tunjuk oleh Pembina sebagai "tawon",
lainnya sebagai "bunga".
Aturan bermain :Tawon terbang berputa-putar sambil mendengung lalu mendekati salahsatu bunga, kemudian terjadi Tanya jawab :
B : “Siapa itu ?”
T :“Saya tawon.”
B : “Mau apa ?”
T : “saya hendak memetik bunga.”
B : “Bunga apa ?”
T : “Bunga Mawar .”
B : “ Petiklah .”
Tawon lalu memilih salah seorang anak dan menariknya untuk di lepas dari barisan.Boleh memilih yang lain sampai mendapat satu bunga. Bunga yang di lepas menjadi tawon. Dan permainan di lanjutkan. Tawonnya 2 ekor dan bunga yang harus di petik 2 kuntum. Dan permainan dilanjutkan terus sampai tawonnya banyak (30 % anak yang ikut).
Kemudian tawonnya dihitung dan dipilih-pilih dari regu apa. Tawon yang pertama tak ikutdihitung.(permainan ini hanya untuk anak putra). Penilaian : Barung / regu paling sedikit tawonnya juara.

4. GEROBAK SORONG
Posisi awal : Satu saf di depan barisan diberi batas dengan jarak 10 m. Aturan bermain : Anak no. 1 dan 2 tiap barung / regu menuju satu langkah. Anak no. 1 merangkak menghadap garis batas. Anak no. 2 berdiri di antara kaki anak no. 1 dan mengangkat kedua kaki anak no. 1, sehingga seperti mendorong "gerobak sorong". Dengan aba-aba Pembina "gorobak sorong" berjalan cepat menuju garis batas, yang mencapai garis batas pertama mendapat angka 3, yang 2 mendapat angka 2, yang ke 3 angkanya 1.kemudian no.4, no.5 dstsampai semua anak mendapat giliran. Permainan ini tidak perlu diulang dan hanya untuk anak pria.Penilaian : Barung / regu yang nilainya terbanyak juaranya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama